Tak Terima Disebut Duafa, Warga akan Kembalikan Ratusan Paket Lebaran dari PT EUP

  • Bagikan
Paket Lebaran PT EUP
Bungkus paket lebaran PT Energi Unggul Persada (EUP) untuk warga Sungai Limau dianggap menghina karena bertuliskan untuk duafa, Selasa (11/5/2021)/Istimewa

MEMPAWAH, insidepontianak.com –Warga Desa Sungai Limau, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalbar merasa tersinggung dengan bantuan paket lebaran dari PT Energi Unggul Persada (EUP) KPN Corp, perusahaan pengolahan minyak sawit yang beroperasi di desa mereka, Selasa (11/5/2021).

Pasalnya, ratusan paket lebaran berisi tepung terigu, gula, minyak goreng dan susu yang diberikan pihak perusahaan bertuliskan untuk kaum duafa di bungkusnya.

“Bakti Sosial EUP Peduli, Santunan Paket Sembako Kaum Duafa Desa Sungai Limau, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H,” demikian tulisan di bungkus paket tersebut. USai dibagikan, paket lebaran tersebut viral di media sosial dan menuai polemik.

“Alhamdulilah, sejak berapa tahun baru  pertama kali dapat paket sekaligus penghinaan. Alhamdulilah maseh cukup pula makan pagi sore. Rase-rase tak ade pula kaum duafa di Sungai Limau ni,” tulis Long Yana di akun Facebook miliknya.

Karena dianggap menyinggung warga Desa Sungai Limau, ratusan paket yang diberikan PT EUP rencananya akan dikembalikan oleh warga besok.

Warga Sungai Limau menunjukkan isi paket lebaran bertuliskan untuk duafa dari PT EUP, Selasa (11/5/2021)/Istimewa

Satu diantara penerima paket tersebut, Darwin, warga RT 07 RW 03 mengatakan, paket beruliskan untuk kaum duafa Desa Sungai Limau tersebut telah menyinggung dan mencerminkan perusahaan tidak mampu mengangkat taraf hidup masyarakat sekitar.

“Masyarakat tidak terima dengan kalimat untuk kaum duafa di paket tersebut. Artinya sama saja PT EUP menganggap keberadaan mereka tidak mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar,” kata Darwin kepada insidepontianak.com.

Pria berusia 54  tahun itu merasa ini pertama kali menerima paket lebaran sekaligus penghinaan dari perusahaan besar yang ada di belakang rumahnya sendiri. Dia membandingkan paket lebaran dari IPC Pelindo yang diterima warga sepekan sebelumnya, tanpa ada embel-embel duafa.

“Harusnya dengan adanya perusahaan ini taraf hidup masyarakat meningkat. Ini malah dianggap duafa. Sama saja mendoakan kami disekitar perusagaan ini miskin dan menjadi duafa,” katanya.

Darwin menyesalkan dan berencana mengembalikan paket tersebut besok. Dia menyarankan alangkah baiknya jika perusahaan memberi santunan ke masyarakat tanpa ada kalimat yang menyinggung perasaan.

“Biar hanya gula 1 kilogram saya akan terima dengan senang hati. Jika ada kata untuk duafa, itu sama saja menghina, saya akan kembalikan paket itu besok,” katanya.

Darwin mengatakan, dia bersama warga lainya akan berkoordinasi dengan pihak desa untuk membahas masalah tersebut besok, pasalnya apa yang dilakukan perusahaan dianggapnya tidak menghargai masyarakat sekitar. (Yak)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: