Cegah Kluster Baru, Jamaah Salat Id di Pontianak Kenakan Masker dan Jaga Jarak

Edi Kamtono
CUCI TANGAN - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mencuci tangan sebelum melaksanalan Salat Id di depan Kantor Wali Kota. (Prokopim)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gema takbir dikumandangkan jamaah Salat Id di lapangan depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota. Meskipun cuaca mendung dan hujan gerimis sempat menyelimuti Kota Pontianak, namun tak berlangsung lama.

Di tengah pandemi, pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriyah tahun ini berbeda dari biasanya, saf antar satu jamaah dengan jamaah lainnya saling berjarak untuk mencegah penularan Covid-19. Pelaksanaan Salat Id mengikuti protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono beserta keluarga turut serta melaksanakan ibadah Salat Id berbaur bersama masyarakat. Ia mengapresiasi jamaah Salat Id yang telah mematuhi protokol kesehatan.

“Masyarakat yang mengikuti Salat Id sangat paham dengan protokol kesehatan, mudah-mudahan kita semua dalam keadaan sehat walafiat,” jelasnya usai Salat Id berjamaah di lapangan depan Kantor Wali Kota, Kamis (13/5).

Edi menilai kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan kian meningkat. Pasalnya, hampir sebagian besar jamaah Salat Id datang ke lapangan mengenakan masker. Selain itu, sebelum jamaah memasuki lapangan, sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak melakukan pemeriksaan menggunakan alat thermogun untuk mengukur suhu tubuh jamaah.

“Kita melakukan langkah antisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegaj munculnya kluster baru,” jelasnya.

Sementara itu, Khatib Salat Id di depan Kantor Wali Kota, KH Jalaluddin Ahmad, Lc dalam khutbahnya bertemakan ‘Jalan Menuju Surga dengan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua’, mengatakan bahwa kedua orang tua yang telah melahirkan, mendidik dan membesarkan anak-anaknya, telah mengajarkan tentang akhlak dan budi pekerti serta melatih ibadah salat dan mengaji.

“Sehingga ada yang menjadi pejabat, dokter, pengusaha, bahkan profesor serta profesi lainnya,” ungkap dia. (Pim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *