Proses Hukum Dugaan Penganiayaan Pelajar di Kalimas Mandek

Foto: Ilustrasi

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Seorang pelajar SMP di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap menjadi korban penganiayaan, Kamis (8/4/2021). Anak usia 16 tahun ini diduga ditampar pria berinisial W sebanyak dua kali. Hingga mengalami memar di bagian kuping. Namun, sebulan pascakejadian, kasus ini jalan di tempat. Pelaku pun belum ditahan.

Ayah korban, Mustardiansyah menerangkan, kejadian itu terjadi pada 8 April 2021 di salah satu tempat pemotongan ayam di Desa Kalimas. Saat itu, anak korban menanyakan keberadaannya kepada sejumlah pemuda yang berkumpul. Salah satu saksi memberi jawaban tidak melihat. Tak lama, pelaku berinisial W menimpali. Dia menjawab dengan kata kasar dan menantang.

Bacaan Lainnya

“Kau jangan macam-macam. Bapak kau jak aku sikat. Apalagi kau ni,” kata Mustardiansyah menirukan ucapan W kepada Insidepontianak.com, kemarin.

Mendengar jawaban itu, korban menimpali jawaban pelaku untuk pulang dan membawakan baju untuk disikat. Pelaku pun berang. Korban dipukul dua kali.

“Dia menampar pipi anak saya pas posisi kuping. Sehingga memar di belakang kuping,” katanya.

Akibat kejadian ini, siswa SMP kelas tiga itu menangis. Sementara pelaku kembali mengeluarkan kata kasar. Sang ayah ditantang melapor ke manapun.

“Kau mau lapor silakan. Lapor di mana jak. Bapak kau suruh jak datang ke sini aku sikat,” terangnya.

Pascakejadian itu, dia pun tak tinggal diam. Laporan dibuat di Polsek Sungai Kakap. Dia minta sang anak divisum dan pelaku segera ditangkap.

Namun, polisi terkesan lamban bergerak. Sang anak tak disarankan visum. Dia hanya diminta diobati.

“Setelah beberapa kali meminta. Akhirnya proses visum dilakukan,” jelasnya.

Setelah visum, hasilnya tak kunjung diketahui. Beberapa kali dia minta, polisi tak kunjung memberi. Sama dengan progres penanganan kasus yang tak kunjung tampak. Pelaku masih berkeliaran. Sementara status laporan masih pengaduan.

“Sampai seminggu tidak ada tindak lanjut. Pelaku bahkan masih bebas berkeliaran dan ngancam saya,” terangnya.

Akhirnya, ia melapor ke Propam Polda Kalbar. Pasca itu, barulah progres kasus ini bergerak. Polsek Kakap akhirnya memanggil saksi dan pelaku dipanggil untuk klarifikasi pada 6 Mei 2021.

Di hadapan penyidik, pelaku pun membantah melakukan perbuatan itu. Begitu pun saksi di lapangan yang juga rekan pelaku. Mereka mengaku tidak menyaksikan.

“Setelah jawaban saksi tidak melihat pemukulan dan tidak ada melihat pemukulan. Akhirnya akan diadakan olah TKP, pada Minggu (16/5/2021),” terangnya

Dia berharap, polisi dapat bertindak adil dan profesional, agar pelaku penganiayaan anaknya itu segera ditangkap.

“Kita berharap pelakunya dapat segera ditangkap,” harapnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, Ipda Lisan Pura memastikan, proses penyelidikan masih berjalan. Menurutnya, lambannya penetapan tersangka disebabkan penyidik belum menemukan dua alat bukti.

“Lebih jelasnya ke kantor. Karena dalam waktu dekat pemeriksa akan ada kegiatan lagi terkait perkara ini,” pungkasnya. (Andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *