Akibat Aksi Freestyle Motor, Seorang Remaja Tewas Bertabrakan di Pantai Pasir Putih

  • Bagikan
Kecelakaan Maut di Pantai Pasir Putih Ketapang
Polisi bersama warga hendak mengevakuasi dua remaja yang terkapar akibat bertabrakan sepeda motor di Pantai Pasir Putih Ketapang, Senin (17/5/2021). (Ist).

KETAPANG, insidepontianak.com – Warga di tempat wisata Pantai Pasir Putih, Dusun Sungai Gantang, Desa Mekar Sari, Kecamatan Kendawang, dihebohkan peristiwa kecelakaan maut tabrakan antarmotor yang melibatkan tiga remaja, Senin (17/5/2021).

Peristiwa nahas itu pun menewaskan satu orang, bernama M Sukadi (17). Dia alami luka berat di kepala hingga bersimbah darah. Sementara rekannya, Dimas Aditiya (15) dan satu pengendara motor lainnya bernama Rino Pristiyo (18) juga alami luka serius, terkapar di pasir pantai hingga tak sadarkan diri.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono melalui Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Andhika Desky menyebut, korban Sukardi dan Dimas berboncengan. Mereka bertabrakan dengan Rino Pristiyo yang sedang melakukan aksi freestyle (standing ) berkecepatan tinggi.

“Mereka bertabrakan berlawanan arah. Dikarenakan sama-sama dengan kecepatan tinggi, maka terjadilah tabrakan,” ungkap AKP Andhika Desky saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (17/5/2021).

Menurutnya, korban yang meninggal dunia atas nama Sukadi sudah divakuasi ke Puskesmas Kendawangan, dan saat ini masih menunggu pihak kuarga untuk mengambil jenazah.

Sedangkan dua korban lainnya yang mengalami luka berat, sudah dirujuk ke RSUD Agoesdjam Ketapang untuk penanganan medis lebih lanjut.

Terpisah, Fendi salah satu warga yang turut menyaksikan peristiwa nahas itu mengungkapkan, tabrakan maut yang melibatkan tiga remaja itu sotak membuat geger. Bagaimana tidak? ketiga korban terkapar bersimbah darah. Satu diantaranya meninggal dunia ditempat. Ia pun turut prihatin atas musibah itu.

Menurutnya, lokasi objek wisata pantai Pasir Putih belakangan memang menjadi tak aman, karena sering dijadikan tempat kebut-kebutan pengendara motor. Dia sendiri menyesalkan prilaku itu. Apalagi saat ini, kebut-kebitan motor di Pantai Pasir Putih sudah memakan korban jiwa.

“Kita sangat prihatin dengan musibah yang terjadi. Inikan objek wisata, seharusnya menjadi tempat hiburan masyarakat yang datang membawa keluarga. Kalau ada aksi balap, free style inikan tidak hanya membahayakan dia, tapi juga pengunjung lain, apa lagi anak- anak yang bermain disekitar pantai, ” terang Fendi.

Ia berharap, pemerintah daerah, maupun pengelola objek wisata melakukan pengawasan ketat. Agar dikemudian hari, aksi balapan motor di pantai Pasir Putih tak terjadi lagi. Pemerintah harus membuat aturan tegas. Menurutnya, di lokasi pantai mestinya tak boleh ada kendaraan yang masuk.

“Lokasi pantai, seharusnya steril dari kendaraan yang lalu lalang. Kita harap kecelakaan yang terjadi hari ini jadi pelajaran dan evaluasi bagi pemerintah, maupun pengelola. Sarana parkir harus disedikan, dan pengelola harus tegas dalam hal ini,” pesannya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: