Dusun Blora Berlakukan PPKM dan Batasi Orang Keluar Masuk Pasca-14 Warganya Terpapar Corona

  • Bagikan
Sekda Kubu raya, Yusran Anizam Tinjau Pos Satgas Covid-19 di Dusun Blora, Desa Mega Timur
TINJAU - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam tinjau Pos Kesiagaan Tim Satgas Covid-19 di Dusun Blora, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Minggu (16/5/2021). Di dusun ini terdapat 14 warga terpapar Covid-19 klaster pelayat. (Ist).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memastikan informasi yang menyebut seluruh warga di Dusun Blora, Desa Mega Timur positif Covid-19 tidak benar. Sebab, hanya terdapat 14 warga di sana yang terkonfirmasi terpapar.

Meski demikian, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Dusun Blora, Desa Mega Timur tetap dilakuan. Pembatasan orang keluar masuk pun diterapkan. Agar penularan Covid-19 di wilayah itu bisa segera ditanggulangi dan dikendalikan.

“Saya mau meluruskan informasi yang menyebut satu dusun positif, Itu tidak benar,” tegas Bupati Muda Mahendrawan, Senin (17/5/2021) pagi.

Muda memastikan, pengendalian penularan Covid-19 di Dusun Blora sudah dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Kubu Raya. Lebih dari 100 warga di lima RT di Dusun itu sudah diambil sampel swabnya untuk dilakukan uji PCR.

“Hasilnya sembilan warga positif, disusul lima lagi,” terangnya.

Dia menjamin, Satgas Covid-19 Kubu Raya terus melakukan tracing. Pemantauan kesehatan masyarakat di Kecamatan Mega Timur juga terus dilakukan secara intensif.

“Ini adalah bentuk implementasi PPKM mikro di Kubu Raya,” katanya.

Muda berharap, seluruh Satgas tingkat desa siap melokalisir jika terdapat beberapa warga yang terinfeksi Covid-19. Dia meyakini, dengan langkah itu, aktivitas masyarakat di RT/RW Desa Mega Timur lainnya tidak terhambat. Selama pemberlakukan PPKM di Dusun Blora, Pemkab Kubu Raya membantu sembako masyarakat di sana.

“Kita juga berterimkasih kepada TNI dan Polri serta seluruh elemen masyarakat yang luar biasa membantu dan mengawal. Hingga Idulfitri ada yang salat Id di sana, tapi alhamdulillah aman,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Dusun Blora merupakan klaster pelayat. Sebelumnya, terdapat salah satu warga meninggal bukan karena Covid-19, menggelar tahlilan selama tujuh hari.

Acara itu dihadiri masyarakat dari Sintang dan Singkawang. Pasca-itulah, 19 orang pelayat mengalami demam dan batuk. Setelah dilakukan test PCR, sembilan orang itu semua positif terpapar Covid-19.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: