Pembunuhan Wanita Selingkuhan di Tebas, Polisi Temukan Kondom Bekas Pakai

Pembunuhan di Penginapan Tebas
Kamar 209, tempat penemuan mayat wanita di penginapan Jalan Pasar Ikan Lama, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Minggu (16/5/2021). Korban diduga korban pembunuhan. (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Seorang laki-laki berinisial AM (32) warga Kecamatan Sajad, Sambas, nekat menghabisi nyawa selingkuhannya bernama Mardiah (25) alias Alang.

Pelaku meninggalkan mayat korban di kamar penginapan Jalan Pasar Ikan Lama, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalbar, Sabtu 15 Mei 2021 siang.

Bacaan Lainnya

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan alat kontrasepsi (kondom) bekas pakai di sekitar mayat korban. Selain itu, kondisi korban juga mengeluarkan darah di mulut dan hidung.

Namun polisi masih belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban, karena pemeriksaan masih berjalan.

“Saat ini tersangka sudah ditangkap, kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait motif pelaku membunuh korban,” kata Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry Ananto Pratikno, melalui Kasat Reskrim, Iptu Sikko Sesaria Putra Suma, Senin (17/5/2021).

Iptu Sikko mengatakan, pelaku dan korban berpacaran, namun status pelaku sudah memiliki istri. “Pelaku dan korban selingkuh,” katanya.

Lebih rinci, Iptu Sikko mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut bermula ketika karyawan penginapan mengecek kamar yang disewa pelaku dan korban yakni kamar 209.

“Pengecekan itu maksudnya ingin bertanya apakah sewa kamarnya lanjut atau tidak,” katanya.

Karena tak ada respon saat diketuk kata Iptu Sikko, karyawan kemudian membuka kamar dan menemukan korban tergeletak tak bernyawa di atas tempat tidur.

“Tersangka awalnya menyewa kamar hari Sabtu pagi, sejam kemudian dia datang lagi membawa korban. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB tersangka keluar dengan alasan ingin membeli nasi bungkus. Sampai keesokan harinya pelaku tak kembali,” bebernya.

Saat pengecekan pada Minggu 16 Mei siang, karyawan penginapan menemukan korban sudah tak bernyawa. Mereka langsung melaporkan itu ke polisi. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *