Tingkatkan IPM Kalbar, Dewan dan Tokoh Pendidikan Dorong Perbanyak Paket C dan Sekolah

Syarif Amin Muhammad
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin Muhammad. (Dok. Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin Muhammad meminta, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalbar jadi perhatian semua pihak. Dia pun mendukung program Pemprov Kalbar memperbanyak paket C untuk kesetaraan pendididikan serta menukung program pembangunan sekolah-sekolah yang lebih banyak. Agar masyarakat mudah mendapat akses pendidikan

“Untuk meningkatkan IPM di Kalbar, perlu kerja sama semua pihak. Khususnya lembaga pendidikan,” ucap Syarif Amin Muhammad, kepada insidepontianak.com, Minggu (23/5/2021).

Bacaan Lainnya

Legislator Partai Nasdem itu berharap, program sekolah paket C yang bakal diperbanyak Pemprov Kalbar, nantinnya dapat mendongkrak tingkat kesetaraan pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah karena permasalahan ekonomi.

“Artinya, anak-anak yang putus sekolah karena permasalahan keuangan apapun, tapi difasilitasi Pemprov dengan paket C. Itu lebih baik, sehingga mereka dapat meningkatkan di bangku kuliah,”terangnya.

Perlu Kolaborasi

Sebelumnya, Gubernur Kalbar, Sutarmidji terus berupaya meningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang kini berada di urutan 30. Salah satunya, memperbanyak program paket C, agar lama sekolah bisa dikejar.

Selain itu, dia juga akan menambah sekolah SMA dan SMK dengan tenaga pendidik yang berasal dari IKIP PGRI Pontianak dan Universitas Tanjung Pura. Gubernur Sutarmidji mengatakan, IPM Kalbar saat ini masih sangat rendah. Karena itu, untuk meningkatkan IPM, harus menjadi fokus utama.

Namun menurutnya, pembangun IPM tak bisa hanya dilakukan Pemrov Kalbar. Melainkan harus berkolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Tak terkecuali Perguruan Tinggi (PT) TNI-Polri. Tantangan utama dalam peningkatan IPM kata dia, adalah meningkatkan lama belajar pada mereka yang berusia 25 tahun ke atas.  Sebab, hal itu tak mungkin lagi dikejar dengan sekolah formal.

“Artinya kita harus buka paket C sebanyak-banyaknya. Itu kuncinya. Agar lama belajar bisa dikejar,” kata Sutarmidji, belum lama ini.

Dia menuturkan, apabila dalam satu kabupaten ada 1000 orang yang mengikuti paket C, maka ada 14 ribu orang yang akan menambah lama belajar di Kalbar. Dengan demikian, dia meyakini, peningkatan IPM akan semakin mudah.

Di samping itu, Sutarmidji juga mengatakan akan menambah sekolah SMA dan SMK dengan tenaga pendidik hasil kerja sama dengan perguruan tinggi Universitas Tanjungpura dan IKIP-PGRI Pontianak. Sebab, program saat ini, ada tiga semester yang dapat dilakukan di luar.

“Nah, yang tiga semester ini mereka praktek di sekolah-sekolah yang kita dirikan sambil pemerintah menyediakan guru-guru negeri untuk di situ,” terangnya.

Siapkan Pendidik Handal

Rektor IKIP PGRI Pontianak, Rustam menyambut baik rencana Gubernur Sutarmidji meningkatkan IPM Kalbar dengan memperbanyak paket C. Langkah itu dinilai tepat agar lama sekolah bisa tercapai. Terlebih, selama ini siswa paket C  mendapat tempat di IKIP-PGRI untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya menyambut baik apa yang disampaikan Gubernur. Semakin banyak  semakin baik. IKIP sendiri menerima lulusan paket C, melanjutkan pendidikan,” kata Rustma kepada insidepontianak.com, Minggu (23/5/2021).

Dia pun mengamini langkah Gubernur menambah sekolah SMA dan SMK. IKIP-PGRI Pontianak kata dia, siap menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk menjadi pendidik.

Sehingga, tak perlu ada kekhawatiran tak ada tenaga pendidik. Apalagi, program magang kembali ke daerah asal telah dilakukan selama ini.

“Kita akan menyiapkan alumni unggul yang berperastai. Program magang IKIP dengan menerjunkan mahasiswa magang kembai ke daerah asal selama ini telah berjalan. Kita sambut baik,” ucapnya.

Dirinya juga berharap, rekrutmen tenaga pendidik untuk mengisi sekolah-sekolah di Kalbar dibuka luas. Gubernur diharapkan membuat kebijakan sendiri terkait hal itu.

Sebab, penerimaan PNS dan P3K terbatas.  Sementara, banyak alumni yang masih memerlukan lapangan kerja .

“Mudah-mudahan, upaya Gubernur dapat meningkatkan IPM.  Namun, perlu kerja sama semua pihak mulai dari perguruan tinggi, dinas pendidkan, dan pemerintah daerah. Kalau hanya pemerintah berencana, tanpa didukung instansi terkait saya kira akan sulit,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *