Aleksius: Atasi Blank Spot di Bengkayang Butuh Sinergi Swasta dan Pemerintah

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Aleksius. (Baruna/Insidepontianak.com)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Jumlah blank spot atau wilayah tanpa sinyal telekomunikasi di Kabupaten Bengkayang, masih terbilang cukup banyak. Meski saat ini sudah terdapat 114 unit tower telekomunikasi, namun hal ini belum mengakomodir lantaran letak geografis dan demografis Bengkayang yang berbeda di setiap daerahnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) setempat, Aleksius mengatakan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin dalam memenuhi kebutuhan akan telekomunikasi dengan membangun sejumlah tower di berbagai titik lokasi.

“Tahun lalu, sudah kita usulkan 19 tower, alhamdulillah tahun ini sudah terealisasi,” ucapnya, Selasa (25/5/2021).

19 tower tersebut, tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya Teriak, Siding, Jagoi Babang dan Kecamatan Tujuh Belas. Tower ini dikelola oleh pihak swasta dan Bakti Kementerian Kominfo berupa jaringan Indosat, Telkomsel dan Mitratel.

Kendati demikian, masih ada daerah yang tak terjamah oleh sinyal tersebut. Akibat letak geografis dan demografi Bengkayang yang beragam. Mulai dari wilayah laut, pantai, pulau, bukit hingga pegunungan.

“Ke depan semua daerah mendapatkan hak yang sama, namun perlu waktu dan proses untuk menerapkannya, terutama di wilayah pulau dan pegunungan,” ungkapnya.

Aleksius berharap, keberadaan 114 unit tower tersebut, bisa dimanfaatkan pihak swasta dan kementerian untuk mengembangkan unit yang ada secara bersama-sama. “Agar kebutuhan komunikasi masyarakat dapat terpenuhi,” tandasnya. (Baruna)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *