Belajar Tatap Muka Pertimbangkan Kondisi Pandemi Tiap Daerah

CEK SUHU - Para siswa SMPN 1 Pontianak mengecek suhu sebelum masuk ke kelas dalam simulasi belajar tatap muka, Selasa (1/9/2020).

JAKARTA, insidepontianak.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan pada tahun ajaran 2021/2022 akan mengutamakan keselamatan siswa-siswi dan mencegah terjadinya penularan di lingkungan satuan pendidikan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan ada sejumlah pertimbangan yang harus dilakukan sebelum memulai PTM.

Bacaan Lainnya

“Pembelajaran tatap muka muka tahun ajaran baru pada Juli mendatang, akan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan pandemi serta zonasi risiko di setiap daerah, serta cakupan program vaksinasi yang diberikan kepada tenaga pendidik,” kata Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (25/5/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah dan satgas di daerah akan memastikan seluruh kondisi dalam pertimbangan tersebut terpenuhi. Dengan begitu, saat penyelenggaraan PTM, akan terlaksana dengan aman dan mencegah adanya risiko penularan di lingkungan satuan pendidikan.

Sebelumnya, pemerintah mengizinkan dibukanya kembali Pembelajaran Tatap Muka melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani 4 menteri. Diantaranya Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Agama (Menag). Dalam SKB tersebut, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada tahun ajaran baru 2021/2022.

SKB juga mengatur sejumlah pertimbangan seperti tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai yang dipersyaratkan dalam daftar periksa, lalu akses terhadap sumber belajar/kemudahan belajar dari rumah dan psikososial peserta didik.

Sementara itu di Kota Pontianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak pada prinsipnya siap menggelar kembali belajar tatap muka. Sebab, sebelumnya sudah pernah dilaksanakan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak.

“Jika memang diizinkan maka kita telah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, kemarin.

Namun demikian, hingga kini Pemkot Pontianak masih belum menerima pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat, terkait kebijakan pembelajaran tatap muka secara terbatas pasca-libur libur lebaran ini.

Edi menjamin, siap menjaga protokol kesehatan (prokes) di sekolah-sekolah bila pemerintah pusat memberi izin membuka pembelajaran tatap muka.

“Ruang belajar juga tidak terisi penuh, melainkan separuh dari kapasitas kelas sehingga berjarak, demikian pula waktu belajar dan jam istirahat diatur sedemikian rupa,” jelasnya.

Edi menekankan, hal yang paling utama dan harus diperhatikan dalam pemberlakuan pembelajaran tatap muka di sekolah adalah keselamatan anak-anak didik dan guru.

Menurutnya, sampai saat ini sebagian besar para guru di Kota Pontianak telah mendapatkan vaksin Covid-19. Karena itu, pembelajaran tatap muka boleh dipertimbangkan kembali untuk dibuka.

“Untuk cakupan vaksin bagi guru di Kota Pontianak sudah mendekati 100 persen, namun ada beberapa yang terkendala karena penyakit yang dideritanya,” terangnya.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Pontianak beberapa waktu lalu juga sudah pernah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

Selain itu infrastruktur, sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh dan pengaturan kursi yang berjarak di sekolah juga telah dipersiapkan.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *