banner 468x60 banner 468x60

10 Warga Melawi Meninggal Karena Covid, Satgas Diminta Tracing dan Testing

  • Bagikan
Kadiskes Kalbar, Harrison saat meninjau kondisi Kabupaten Sintang pasca lonjakan kasus Covid-19. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menyebut, dalam sepekan terakhir, sebanyak 10 warga Kabupaten Melawi meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona atau Covid-19. 10 warga tersebut, tercatat meninggal dunia dalam kurun waktu 20-27 Mei 2021.

“Terjadi peningkatan kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Melawi. Dalam sepekan, ada 10 kasus kematian,” kata Harisson, Kamis (27/5/2021).

Sebagian besar korban meninggal memiliki komorbid atau penyakit bawaan darah tinggi dan diabetes. Namun, menurut Harisson, mereka baru teridentifikasi terinfeksi Covid-19 saat kondisinya telanjur parah.

“Kebanyakan mereka baru datang ke rumah sakit saat kondisinya sudah dalam keadaan berat, sehingga terlambat dan tidak tertolong,” ujar Harisson.

Terkait hal ini, Harisson mendesak Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi untuk segera melakukan testing dan tracing sebanyak-banyaknya.

Selain itu, masyarakat juga diminta cepat memeriksakan diri ke petugas kesehatan jika merasa terinfeksi Covid-19.

“Jika cepat teridentifikasi maka akan cepat ditangani agar tidak fatal,” tutup Harisson.

Di Kalbar sendiri, terjadi peningkatan kasus virus corona atau Covid-19 yang perlu dirawat di rumah sakit. Sampai dengan saat ini, rata-rata bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat hunian rumah sakit di Kalbar telah mencapai 60 persen.

“Ini merupakan warning, bahwa sekarang tempat tidur yang disediakan rumah sakit untuk perawatan Covid-19 hampir penuh,” katanya.

Maka dari itu, untuk mengantisipasi terjadinya krodit pasien di rumah sakit, terang Harisson, seluruh pihak harus segera menambah kapasitas ketersediaan jumlah tempat tidur perawatan Covid-19.

“Termasuk mempersiapkan obat-obatan, bahan medis habis pakai dan tambahan tenaga kesehatan relawan bila diperlukan,” ujar Harisson.

Kemudian, lanjut Harisson, penting untuk terus mengingatkan masyarakat di wilayah masing-masing agar selalu waspada terhadap penularan Covid-19 dan harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Terus melaksanakan testing dan tracing, yang positif segera diisolasi dan diberikan obat-obatan agar tidak menjadi parah. Serta mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” harap Harisson.

Sementara itu, pada Rabu (26/5/2021), terdapat tambahan 121 kasus Covid-19 baru di Kalbar. Sebanyak 37 orang diantaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Di hari yang sama, juga terdapat 102 pasien yang dinyatakan sembuh,” ungkap Harisson.

Dengan demikian, sejak pandemi, total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar mencapai 10.367 orang, kasus sembuh 9.562 orang atau 92,23 persen.

“Pasien Covid-19 yang meninggal 86 orang atau 0,82 persen dan kasus aktif sekarang ini 721 orang atau 6,95 persen,” tutup Harisson.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: