Gubernur Sutarmidji Fokus Tuntaskan Pembangunan Jalan Provinsi

PERBAIKI - Warga memperbaiki Jalan Tanjungpura yang berstatus di jalan provinsi di Kayong Utara yang rusak parah, Minggu (30/8/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan keinginannya untuk menuntaskan pembangunan jalan provinsi. Hal itu akan menjadi fokusnya mulai 2022 hingga masa akhir jabatan 2023.

“Tahun 2022 nanti saya inginnya ada beberapa ruas jalan provinsi yang selesai dengan kualitas yang bukan asal bangun. Kalau dia beton, harus dengan spesifikasi K300, kemudian kalau aspal, ketebalannya berkisar 5-7 cm, ditambah lapisan bawahnya itu batu ukuran 15 cm,” kata Sutarmidji, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Selain infratsruktur jalan, Sutarmidji juga menargetkan penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah yang sebagian juga sudah selesai. Saat ini, pemerintah provinsi memfokuskan pada infrastruktur jalan dan sekolah hingga akhir masa jabatan.

Menurutnya, walaupun mahal, jalan yang dibangun memiliki ketahanan hingga lima tahun. “Yang penting dalam waktu lima tahun tidak rusak. Dari pada kita dapatnya panjang, tapi setiap tahun rusak dan saya tidak mau seperti itu,” tuturnya.

Dia menjelaskan, fokus Pemerintah Provinsi Kalbar untuk tahun 2022 yaitu infrastruktur jalan dan jembatan. Untuk jembatan yang masih menggunakan kayu, pemerintah akan mengganti dengan jembatan bailey terlebih dahulu dengan kekuatan cukup tahan sampai di atas 15 tahun.

Proyek pemeliharaan jalan
Proyek pemeliharaan jalan provinsi Sukadana-Teluk Batang. (Fauzi/Insidepontianak.com)

“Untuk jalan sendiri, ini yang menjadi perhatian khusus dari kita. Jalan yang termasuk parah itu hampir 500 kilometer. Dari 500 kilometer kalau kita menggunakan anggaran Rp12 miliar per kilometer, maka kita memerlukan anggaran sebesar Rp5,5 triliun dan saya pastikan tak akan mampu menggunakan dana APBD,” katanya.

Kendati demikian, dirinya berkeyakinan rencana penganggaran jalan sekira Rp2 triliun dapat terwujud. Itu khusus untuk jalan dan saya yakin bisa,” katanya.

Sementara itu, Komisi II DPRD Kayong Utara, bertemu dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Barat, membahas percepatan proyek infrastruktur jalan dan jembatan di daerah Kayong Utara. Proyek itu diantaranya jalan Siduk-Sukadana dan Melano-Teluk Batang yang berstatus jalan provinsi.

“Hasil koordinasi bersama PUPR provinsi, terkait jalan Siduk-Sukadana-Melano-Teluk Batang, sudah dilelang, dan sudah ditetapkan pemenangnya. Semoga dari pihak ketiga untuk pelaksananya bisa bekerja di bulan depan ini,” terang Wakil Ketua Komisi II DPRD Kayong Utara, Decky Sabiandi, Jumat (29/5/2021).

Legislator Partai Perindo ini juga mengajukan perbaikan jembatan di Kayong Utara yang mulai banyak rusak, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Kita dari Komisi II mengajukan jembatan-jembatan yang rusak, khususnya di jalan provinsi, untuk dianggarkan tahun 2022,” harap Decky.

Selain itu, Decky juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang telah menghibahkan dana Rp10 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan Melano-Perawas.

“Untuk jalan Melano-Perawas Pak Gubernur sudah menganggarkan 10 miliar untuk ditindaklanjuti lagi pekerjaan oleh zidam, jadi lanjutan pekerjaannya. Kita berterima kasih,” tandasnya.

Jalan Siduk-Sukadana Rusak Parah
RUSAK – Jalan Siduk-Sukadana, Kayong Utara semakin rusak parah. Jalan itu merupakan Jalan Provinsi Kalbar. (Ist).

Sebelumnya, pada medio akhir April lalu, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin Muhammad menyebut perbaikan jalan Rasau Jaya akan segera dilakukan Pemprov dalam waktu dekat. Anggarannya mencapai Rp11 miliar.

“Dalam waktu dekat, bulan ini mungkin sudah dilelang. Anggarannya 11 miliar dari APBD Provinsi,” kata Syarif Amin Muhammad.

Jumlah itu, kata Amin, sebagian besar merupakan sumbangsih angggota DPRD Kalbar melalui pokok pikiran. “Jadi kita ada sumbangsih juga, makanya dapat Rp11 miliar,” terangnya.

Legislator Partai Nasdem ini berharap, dana tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya memperbaiki jalan Rasau Jaya. Sebab, jalan provinsi yang menghubungkan antar kabupaten itu rusak parah.

“Masyarakat sangat menantikan perbaikan,” katanya.

Dia pun memastikan DPRD bersama stakeholder terkait akan mengawal pembangunan.”Kita harapkan dengan jalan yang baik dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *