Warga Risi ODGJ Berkeliaran di Jalan Raya, Satpol PP Diminta Tertibkan

  • Bagikan
Muslimin
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Ketapang, Muslimin. (Fauzi/Insidepontianak.com).

KETAPANG, insidepontianak.com – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ketapang mulai meresahkan masyarakat. Sebab ODGJ itu kerap berkeliaran di jalan raya. Warga khawatir, jika pemerintah membiarkan, mereka bisa jadi korban tabrakan.

“Kita takut kalau berkeliaran bebas di jalan. Mereka (ODGJ) sering berjalan ke tengah jalan. Nyebrang tanpa lihat kiri kanan. Itu sangat membahayakan pengguna jalan lain, ” keluh salah seorang warga bernama Winda, Senin (7/6/2021).

Selain itu, Winda juga mengkhawatirkan adanya ODGJ yang menggangu warga yang melintas. Bukan tanpa alasan. Kejadian itu pernah ia lihat di media sosial. Di mana ada ODGJ memukul warga yang sedang melintas di jalan.

“Karena itu, harapan kita, ODGJ ini ditertibkan. Diamankan di suatu tempat. Sehingga tidak membahayakan keselamatan orang lain. Sudah banyak berita di media, orang seperti ini, melukai orang-rang. Bahkan ada sampai masuk ke rumah,” ucapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Ketapang, Muslimin mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan penertiban terhadap ODGJ. Namun, kegiatan itu tak berlangsung efektif. Sebab ODGJ yang sudah ditertibkan akhirnya kembali lagi berkeliaran di jalan.

Dia menyebut, Satpol PP tak punya kewenangan untuk melakukan karantina pembinaan terhadap ODGJ itu. Sebab, kewenangannya ada pada Dinas Sosial (Dinsos).

“Sudah kita amankan, kita serahkan ke Dinas Sosial,” terang Muslimin.

Di sisi lain, penertiban ODGJ juga terkendala pada sulitnya menemukan pihak keluarga. Apalagi, ODGJ di Ketapang, kebanyakan datang dari luar wilayah.

“Kemungkinan orang tersebut lari dari keluarganya. Terkadang ODGJ ini kita suruh mandi, kita potongkan rambutnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Ketapang Akia belum memberikan penjelasan terkait penanganan ODGJ yang kini marak berkeliaran di jalan raya, meresahkan warga. Upaya konfirmasi sudah dilakukan melalui pesan seluler. Namun, hingga kini konfirmasi itu belum mendapat jawaban.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: