Minim Sosialisasi, Masyarakat Kritik Kebijakan Penghentian Siaran TV Analog

Devi Rahmawati
Salah satu warga Pontianak, Devi Rahmawati, mengkritik kebijakan pemerintah yang akan menghentikan siaran televisi analog per 2 November 2021. Keijakan itu dinilai mendadak dan minim sosialisasi. (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kebijakan pemerintah menghentikan siaran televisi analog, dan akan dialihkan ke televisi  digital per 2 November 2022 menuai kritikan di tengah masyarakat. Sebab kebijakan itu dianggap dadakan. Sosialisasinya pun minim. Masyarakat belum mengetahui bagaimana tayangan televisi digital yang digaungkan pemerintah.

“Saya belum tau juga ya, televisi digital seperti apa? soalnya kita kebanyanyakan pakai TV yang sudah ada siaranya,” kata salah satu warga Pontianak, Devi Rahmawati, kepada insidepontianak.com, Selasa (8/6/2021).

Bacaan Lainnya

Dia menilai kebijakan yang tanpa sosialisasi matang itu, akan membuat resah masyarakat. Apalagi, kebanyakan masyarakat masih menggunakan televisi tabung. Sehingga diperlukan biaya tambahan sebesar Rp260 ribu untuk menambah perangkat yang disebut Set Top Box (STB) pada pesawat TV lama.

“Menurut saya sangat merugikan masyarakat. Apalagi kalangan ekonomi ke bawah. Kalau kalangan ekonomi ke atas mungkin biasa saja,” ujarnya.

Devi berharap, pemerintah memfasilitasi alat STB kepada masyarakat kurang mampu atau memberi keringanan biaya, bila program konversi TV analog ke digital benar-benar direalisasikan.

“Kita masyarakat ekonomi ke bawah ini berharap bisa difasilitasi,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama DPR dalam Undang-Undang Cipta Kerja telah sepakat, bahwa per tanggal 2 November 2022 sebagai batas akhir siaran TV analog dioperasikan. Masyarakat harus beralih ke digital untuk mendapatkan siaran televisi.

Untuk menikmati siaran digital, pengguna TV antena rumah biasa atau UHF yang menggunakan TV analog perlu memasang alat STB. Alat iitu merupakan alat bantu untuk menerima siaran digital.

Bagi pengguna TV digital (televisi yang sudah memiliki penerimaan siaran digital di perangkatnya) dapat langsung menikmati siaran digital tanpa STB.

STB maupun TV digital dapat dibeli di toko elektronik maupun marketplace daring. Saat Analog Switch Off (ASO) nanti dilakukan, maka tidak akan ada siaran analog yang tersedia, sehingga pemilik TV analog tidak akan bisa menerima siaran digital televisi jika tidak memasang STB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *