Jatuh Dari Kapal, Warga Selakau Hilang di Laut Lepas Pulau Lemukutan

Ilustrasi Tenggelam
Ilustrasi. (Net).

SAMBAS, insidepontianak.com – Seorang nelayan penangkap cumi ABK KM Singa Laut GT 04, Mulyadi warga Dusun Selindung, Desa Mentibar, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat jatuh dari kapal saat berada di perairan Pulau Lemukutan, Senin (7/6/2021). Pria 50 tahun ini kini masih belum ditemukan.

Iswanto, adik korban mengatakan, abangnya itu pergi melaut bersama dua rekannya yakni Yanto sebagai nahkoda dan Riski sebagai ABK. Ketiganya berangkat untuk menangkap cumi di sekitar Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang pada Jumat 4 Juni kemarin.

Bacaan Lainnya

“Hari Senin pagi, sekitar pukul 10.00 pagi WIB, abang saya pergi ke geladak untuk membetulkan pancing, sementara Yanto dan anaknya Riski sedang istirahat tidur di ruang kemudi. Sekitar pukul 14.00 siang, Yanto terbangun dan pergi ke geladak mencari abang saya namun tidak ada,” kata Iswanto kepada insidepontianak.com, Rabu (9/6/2021).

Iswanto melanjutkan, merasa korban hilang dan kuat dugaan jatuh ke laut, nahkoda KM Singa Laut GT 04 langsung menghubungi nelayan lain di sekitar dengan radio. Mereka kemudian melakukan pencarian. Namun sampai sore pencarian tak membuahkan hasil. Mereka pulang dan melaporkan itu ke pihak berwenang.

“Sampai hari ini pencarian masih kami lakukan bersama nelayan lain. Kabarnya tim SAR juga melakukan pencarian dan mereka membuat posko di Pulau Lemukutan,” katanya.

Sementara itu, Danpos SAR Sintete, Handoko melalui anggotanya Haidir mengatakan, saat ini tim SAR sedang melakukan pencarian dengan menyisir Pulau Lemukutan. Mereka yang telah membuat posko di sana juga dibantu oleh warga Lemukutan dalam misi pencarian itu.

“Sejak Senin kemarin kami sudah meluncur ke lokasi dan membuat posko di Pulau Lemukutan, saya standby di Sungai Raya untuk keperluan koordinasi dan logistik. Kami mendapat informasi nelayan cumi jatuh ke laut setelah selesai operasi pencarian warga Tebas yang hilang di hutan kemarin,” katanya.

Terakhir, dia menjelaskan, dalam waktu bersamaan mereka juga mendapat kabar adanya kapal nelayan lain dengan nama yang sama yakni KM Singa Laut dari Anambas karam di laut lepas, mereka melakukan pencarian dan berhasil menyelamatkan enam orang ABK kapal tersebut.

“Jadi sempat ada simpang siur informasi, di sini kami jelaskan ada dua KM Singa Laut. Warga selakau itu ABK KM Singa Laut 04 dan belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan sampai ada petunjuk atau penghentian,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *