Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Pontianak Akan Berlakukan PPKM Lagi

Wali Kota Edi
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (Prokopim Pemkot Pontianak).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak akan menerapkan kembali Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro salama 14 hari ke depan, menyusul meningkatnya kasus infeksi Covid-19. PPKM akan diterapkan secara ketat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak menerangkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama lima hari ke depan, sebelum PPKM resmi diterapkan.

Bacaan Lainnya

“Sosialisasi yang disampaikan adalah penerapan PPKM secara ketat akan diberlakukan selama 14 hari ke depan, dimulai Senin pekan depan,” ucap Wali Kota Edi, usai memimpin rapat koordinasi Satgas Covid-19 Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (8/6/2021).

Edi menambahkan, PPKM yang akan diberlakukan berupa pembatasan jam operasional, mencegah terjadinya kerumunan serta peningkatan fasilitas kesehatan. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa menahan diri dan bersabar agar pandemi Covid-19 bisa mereda.

“Sehingga upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak bisa kita lakukan,” tuturnya.

Selain itu, penerapan PPKM secara ketat juga menyasar masyarakat untuk mendisiplinkan penggunaan masker. Terutama pada tempat-tempat keramaian seperti pasar, acara pertemuan maupun warung-warung kopi. Aktivitas warga juga akan dilakukan pembatasan hingga pukul 21.00 WIB.

“Untuk tingkat RT/RW diharapkan bisa menjaga agar tidak ada kegiatan yang menimbulkan keramaian,” imbuhnya.

PPKM secara ketat dilakukan karena adanya peningkatan kasus Covid-19 terutama yang bergejala. Demikian pula Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian di rumah sakit juga sudah di atas 80 persen. Kemudian pasien yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Kota Pontianak juga semakin tinggi.

“Setelah 14 hari penerapan PPKM secara ketat, kami akan evaluasi lagi apakah adakah penurunan kasus atau tidak,” kata Edi.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo menyatakan, pihaknya akan memberikan sosialisasi secara berkelanjutan berlandaskan prinsip keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi dalam menangani pandemi Covid-19.

Pihaknya juga akan mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam menerapkan PPKM di Kota Pontianak.

“Kami mendukung Pemkot Pontianak jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha maka akan diberikan sanksi tegas,” tegasnya.

Selama pemberlakuan PPKM nantinya, Satgas Covid-19 akan menyampaikan setiap hari batas waktu aktivita masyarakat.

“PPKM secara ketat akan kita laksanakan selama 14 hari. Kemudian akan dievaluasi untuk diperpanjang atau dilonggarkan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *