Pontianak Terapkan PPKM, Ativitas Warkop dan Tempat Keramaian Dibatasi

Kombes Pol Leo Joko Triwibowo
Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo. (Andi RIdwansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kota Pontianak kembali melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro selama 14 hari ke depan. Selama PPKM, aktivitas warung kopi dan tempat keramaian dibatasi hingga pukul 22.00 WIB.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Leo Joko Triwibowo mengatakan, pengetatan ini merupakan upaya untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pontianak yang menyebabkan ruang ICU pasien Covid-19 penuh. Tak hanya peningkatan kasus semata, peningkatan angka kematian juga terjadi. Sejak 8 Juni 2021, tercatat empat orang meninggal dunia di rumah sakit.

Bacaan Lainnya

“Untuk itulah, setelah melaksanakan rapat beberapa kali, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pontianak akhirnya memutuskan kembali melakukan PPKM mikro,” ujar Kombes Pol Leo Joko Triwibowo kepada awak media, Rabu (9/6/2021).

PPKM mikro sendiri akan dimulai sejak Senin, 14 Juni 2021. Namun, Satgas mulai melaksnakan sosialisasi sejak hari ini sampai lima hari ke depan.

Selama PPKM mikro, warung kopi dan pusat keramaian diharuskan tutup pukul 22.00 WIB. Selain itu, mereka  juga diminta mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan membatasi jumlah pengunjung yang hanya 50 persen dari kapasitas yang ada.

“Pukul 22.00 WIB harus close. Tidak ada lagi pengumpulan masa,” tegas Kapolresta.

Dia memastikan, akan memberi sanksi tegas kepada pelaku usaha yang tak mengindahkan imbauan petugas. Bahkan sanksi penutupan akan diberikan kepada siapapun yang membandel. Tanpa terkecuali.

“Kita akan berikan sanksi administrasi berupa penutupan tempat usaha, jika masih ngeyel,” ucapnya.

Selain itu, polisi bersama unsur terkait juga  akan melaksanakan patroli siang, guna memantau penerapan prokes di tempat keramaian. Hal ini, guna mendisiplinkan masyarakat patuh menerapkan prokes.

Leo berharap, kebijakan ini dapat didukung masyarakat Kota Pontianak guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kini kembali meningkat.

“Kita harapkan, kebijakan ini didukung, dan masyarakat terus disiplin terhadap prokes,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *