Tiga Kelurahan di Pontianak Bakal Jadi Pilot Project Bersih Narkoba

Wali Kota Edi
Direktur Pemberdayaan Alternatif (Dayatif) Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi melakukan pertemuan dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, membahas tentang program bersih narkoba, Rabu (9/6/2021). (Prokopim Pemkot Pontianak).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tiga kelurahan di Kota Pontianak bakal menjadi pilot project Kelurahan Bersih dari Narkoba (Bersinar). Direktur Pemberdayaan Alternatif (Dayatif) Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi menyebut, tiga kelurahan dimaksud adalah Kelurahan Dalam Bugis, Sungai Beliung dan Siantan Tengah.

“Ketiga kelurahan ini yang kita sampaikan ke Wali Kota Pontianak agar dijadikan pilot project Kelurahan Bersinar,” ujarnya, usai melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam rangka Grand Design Alternative Development (GDAD) 2016-2025 di Ruang VIP Wali Kota Pontianak, Rabu (9/6/2021).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, ia menjelaskan program kelurahan bersih dari narkoba ini merupkan bagian dari Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Jadi dalam program Kelurahan Bersinar itu akan ada kegiatan sosialisasi terkait bahaya narkoba dan sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Brigjen Pol Teguh, dalam kelurahan bersinar juga dibentuk Satuan Tugas (Satgas) atau relawan anti narkoba yang melibatkan perangkat kelurahan termasuk karang taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya.

“Mereka ini yang nantinya akan melaksanakan pencegahan dan pemberantasan narkoba di kelurahan tersebut,” ucap Direktur Dayatif.

Menurutnya, Satgas tersebut dibentuk oleh masing-masing kelurahan berkoordinasi dengan BNN Kota Pontianak.

Termasuk di kelurahan tersebut juga dibentuk posko seperti unit kecil BNN. Untuk nendorong terwujudnya Kelurahan Bersinar ini, dirinya meminta perangkat yang ada di kelurahan digerakkan, termasuk dukungan anggaran untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Apalagi kalau di kelurahan tersebut dibangun tempat rehabilitasi maka itu akan jauh lebih baik,” imbuhnya.

Kelurahan Bersinar tidak hanya semata menyampaikan sosialisasi saja, akan tetapi pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan mempertimbangkan potensi sosial ekonomi di wilayah tersebut.

“Misalnya ada potensi menjahit maka akan kita berikan pelatihan agar masyarakat tidak tergiur dan terjerumus ke dalam penyalahgunaan atau pengedar narkoba,” tuturnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik terkait tiga kelurahan yang akan menjadi pilot project Kelurahan Bersinar oleh BNN. Edi pun berkomitmen memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Pontianak.

Sebab dampak yang ditimbulkan sangat merugikan bagi semuanya, bahkan merusak sendi-sendi kehidupan kalau seandainya ada warga di lingkungan tersebut yang ketergantungan. Ia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memerangi narkoba yang sudah banyak memakan korban jiwa.

“Ini menjadi tantangan kita semua bagaimana kita bisa mendeteksi, mengeliminir, jangan sampai ada warga terpapar narkoba,” ucapnya.

 

Edi berharap Ketua RT, RW, tokoh masyarakat dan warga di lingkungan masing-masing ikut peduli dan tanggap apabila menemukan warganya yang dicurigai ketergantungan narkoba. Demikian pula bagi para orang tua, diingatkan, kalau ada anak-anak atau remaja yang tingkah lakunya mencurigakan, jarang di rumah, para orang tua sudah sepatutnya mewaspadai jika menemukan hal demikian.

“Deteksi sedini mungkin apabila orang-orang di sekitar kita ada yang mungkin terpapar penyalahgunaan narkoba sehingga bisa segera ditangani,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *