Gelar Rakor Timpora, Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang Rilis Aplikasi Appoa Versi II

RAPAT - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kantor Wilayah Kalimantan Barat Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singkawang menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing atau Timpora Kabupaten Bengkayang di Aula Lantai I Hotel Lala Golden, Jalan Basuki Rachmat, Kamis (10/6/2021). (Istimewa)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kantor Wilayah Kalimantan Barat Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singkawang menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing atau Timpora Kabupaten Bengkayang di Aula Lantai I Hotel Lala Golden, Jalan Basuki Rachmat, Kamis (10/6/2021).

“Terkait pengawasan oang asing menjadi kewajiban kami sebagai Imigrasi,” kata Kepala Imigrasi Kelas II TPI Singkawang Tessar Kamis (10/6/2021).

Tessar mengtakan sesuai dengan amanat UU No 6 tahun 2011, ada Wadah Timpora yang mesti dan harus dilaksanakan, itu melibatkan semua stakeholder instansi terkait, yang memiliki peran masing – masing untuk membantu Imigrasi dalam pengawasan orang asing di wilayah hukumnya sesuai dengan kewenangannya.

Dalam kesempatan Rapat Koordinasi itu, pihaknya memanfaatkan merilis aplikasi terbaru. Semua elemen masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut yaitu Appoa Versi II yang dapat memberikan informasi data dan kejadian, lokasi dimana terkait orang asing.

“Nah, baik itu perusahaan atau penjamin, perhotelan, pengusaha, Semua elemen masyarakat, perseorangan bisa memanfaatkan Appoa tersebut,” katanya.

Bahkan kata dia bisa melihat tracking posisi titik koordinat orang asing itu dimana, jadi berhubungan keterbatasan jumlah personil kami maka dari sisi pengawasan untuk menjangkau kepada seluruh wilayah hukum, kami berharap semua elemen masyarakat.

“Besar harapan kami, baik perseorangan, masyarakat, instansi terkait agar bisa memanfaatkan Aplikasi tersebut. Pada rapat timpora tadi juga dibahas, bahwa Kabupaten Bengkayang akan miliki PLBN, tentunya akan ada dampak positif dan negatif terkait dibukanya PLBN,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam Rapat Timpora juga ditekankan agar bisa tingkatkan kewaspadaan yang akan memanfaatkan akses PLBN untuk hal negatif seperti traficking, perdagangan orang, terorisme dan ancaman lainnya. (Ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *