Pelepasan Kafilah Akademi Dakwan Indonesia Sambas 2021, Satono: Luruskan Niat, Kuatkan Tekad

Pelepasan Akademi Dakwah Indonesia Sambas
Bupati Sambas terpilih, Satono saat memberikan sambutan dalam pelepasan mahasiswa ADI Sambas tahun 2021, Kamis (10/6/2021). (Yak/Insidepontianak.com).

SAMBAS, insidepontianak.com – Bupati Sambas terpilih, Satono yang juga Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Sambas melepas mahasiswa dan mahasiswi angkatan ke-VIII dan XIV Akademi Dakwah Indonesia (ADI) tahun 2021, di Aula Kampus ADI Sambas, Kamis (10/6/2021).

Bang Haji Satono sapaan akrabnya mengatakan, para kafilah itu akan melaksanakan praktek di lapangan, menjadi penyiar dan penjaga pintu agama di masyarakat. Bertugas sebagai pemimpin dan mencerahkan kehidupan beragama di manapun mereka berada, serta melakukan kemaslahatan ummat.

Bacaan Lainnya

Menurut Satono, sebagai kafilah dakwah, tugas mereka adalah belajar dan mengajarkan ilmu yang telah diterima selama menempuh pendidikan di Kampus ADI Sambas. Lebih dari itu, semua aktivitas di lapangan setelah pelepasan itu adalah semata-mata mencari nilai-nilai ibadah dan rida Allah SWT.

“Mengubah paradigma berpikir dan mainset seseorang itu susah. Membentuk karakter building itu susah. Semua orang bisa menjadi guru, tapi belum tentu bisa mendidik. Banyak orang yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu, namun tidak semuanya bisa menerapkan ilmu. Para kafilah dari kampus ADI Sambas harus bisa mengambil peran besar di masyarakat,” pesannya.

Satono menekankan kepada para kafilah. Bahwa momentum pelepasan ini tak sekedar seremonial. Namun menjadi awal permulaan mereka untuk berjuang menjadi pendakwah dan menyampaikan syiar Islam kepada masyarakat secara langsung.

“Tentunya, para kafilah akan mendapatkan banyak tantangan ke depannya, namun semua itu harus dilalui dengan tenang dan baik, tanpa memberikan kesan negatif apapun di kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Satono meminta para kafilah untuk meluruskan niat dan menguatkan tekad masing-masing. Untuk mendakwahkan Islam di masyarakat, juga perlu strategi dan landasan kebenaran agar tak bertentangan dengan nilai-nilai sosial masyarakat.

“Dengan niat yang tulus dan kerja keras. Keberhasilan akan diraih dan manfaat serta syafaat akan melimpah. Karena semua yang dilakukan dengan niat yang benar akan berakhir baik,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *