Terdakwa Jumardi Dituntut Enam Bulan Penjara

Sidang Jumardi
Sidang perdana pokok perkara Jumardi, terdakwa kasus jual beli satwa dilindungi digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Sambas, Rabu (14/4/2021). (Yak/Insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com – Jumardi alias Jumar, warga Tempukung, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, Sambas, terdakwa kasus konservasi sumber daya alam yang memperjualbelikan burung bayan dituntut enam bulan penjara subsider satu bulan dan denda Rp5 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sambas.

JPU meminta terdakwa dihukum pidana enam bulan karena dianggap sah dan meyakinkan dengan sengaja menangkap, menyimpan, memiliki dan memperjualbelikan satwa dilindungi dalam hal ini burung bayan dalam keadaan hidup.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan fakta tersebut, maka Jumardi dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya sebagaimana dakwaan tunggal JPU.

“Kami meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jumardi Alias Jumar Bin Baidah dengan pidana penjara selama enam bulan dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp5 juta dan subsider satu bulan,” ucap JPU saat sidang pembacaan tuntutan yang digelar pada Rabu, 2 Juni 2021.

Penasihat Hukum terdakwa, Ridwan memastikan akan melakukan pembelaan terhadap kliennya. Pembelaan itu akan disampaikan melalui sidang dengan agenda penyampaian peldoi yang diagendakan hari ini, Kamis (10/6/2021). Setelah itu akan diagendakan replik dan putusan pada 22 Juni mendatang.

“Minggu depan JPU akan membacakan replik dan minggu depannya lagi duplik dari kami, lalu 22 Juni sidang putusan. Kami pasti akan kawal kasus ini sampai tuntas dan memperjuangkan hukum yang berkeadilan,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *