Tersangka NA Tepis Disebut Terlibat Kasus Penggelapan Mobil yang Diungkap Polda Kalbar

Pengungkapan Kasus Penggelapan Mobil
Konferensi pers pengungkapan kasus penggelapan mobil rental di Mapolda Kalbar, Rabu (9/6/2021). (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kalimantan Barat, dituding  menyampaikan berita bohong saat konfersi pers pengungkapan kasus penggelapan tiga unit mobil yang diduga dilakukan oknum guru di Kota Pontianak berinisial NA.

Dirkrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Lutfi, Rabu (10/6/2021) lalu menyebut, NA menggelapkan tiga unit mobil yang dia sewa, lalu dijual ke orang lain. Atas pernyataan itu, kuasa hukum NA keberatan. Kuasa hukum NA, Fitriani mengatakan, klienya tidak pernah melakukan apa yang di tuduhkan dalam pemberitaan. Melainkan ia hanya sebagai perantara.

Bacaan Lainnya

“Yang benar, klien saya hanya perantara jual beli antara Beni (pelapor) dengan orang bernama Dado (penjual) dan penyerahan unit terjadi pada 2017,” kata Fitriani, Kamis (10/6/2021).

Dia menerangkan, pembayaran jual beli mobil tersebut sudah dilakukan sejak 2017. Selama bertahun-tahun pelapor telah menikmati dan menggunakan kendaraan. Sebelumnya, pelapor dan penjual kata dia, sudah berkomunikasi bahwa surat menyurat akan diserahkan beberapa bulan setelah penyerahan kendaraan.

“Klien kami (NA) waktu itu tidak mengikutinya. Sampai akhirnya pada 2021, Beni malah melaporkan NA atas tuduhan penipuan,”terangnya.

Fitriani mengaku, sangat keberatan terhadap apa yang di sampaikan dalam pers rilis Polda Kalbar. Pernyataan itu, menyuduutkan NA, seolah dia sebagai sindikat jaringan yang meresahkan.

“Saya perlu meluruskan pemberitaan yang tidak benar. Ini sebagai koreksi agar tidak ada yang tersesat dengan pemberitaan itu. Terlebih, ada azas praduga tidak bersalah yang harus dihormati bersama,” terang Fitriani.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, polisi berpedoman pada bukti  dalam menetapkan status tersangka.

“Kami merasa sudah cukup dua alat bukti untuk kami tingkatkan kasus ini ke penyelidikan,” kata Kombes Pol Donny Charles Go, Jumat (11/6/2021).

Sementara, pengakuan tersangka yang menyangkal menjadi bukti terakhir.

“Kita berpedoman terhadap alat bukti lain,” terangnya.

Donny meminta semua pihak mempercayakan proses hukum kasus penggelapan mobil tersebut kepada aparat penegak hukum. Sebab, prosesnya akan bergulir bukan hanya di kepolisian. Namun, dari Kejaksaan hingga ke Pengadilan.

“Kami berupaya profesional dalam penanganan kasus penggelapan kendaraan bermotor ini,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *