Mabuk Berat, Pemuda Parit Lintang Jatuh dari Jembatan Semparuk Sebangkau

Warga Semparuk Tunjukan Botol Miras
Warga Semparuk Sebangkau Sambas menunjukkan botol minuman keras (Miras) milik pemuda yang jatuh dari jembatan Semparuk Sebangkau, Sabtu (12/6/2021). (Yak/Insidepontianak.com).

SAMBAS, insidepontianak.com – Seorang pemuda berinisial AD, jatuh dari Jembatan Semparuk Sebangkau, Desa Sepinggan, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Sabtu (13/6/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. Pemuda itu diduga mabuk berat.

Warga yang menemukannya, mecium aroma alkohol dari mulutnya. Tak hanya itu, warga juga menemukan botol berisi arak putih di kantong celananya. Peristiwa tersebut sontak membuat kaget anggota Barisan Keamanan Masyarakat Sepinggan (Barkemas) yang sedang siaga usai patroli keliling kampung.

Bacaan Lainnya

Parnan, anggota Barkemas saat diwawancarai insidepontianak.com di lokasi kejadian mengatakan, pemuda yang mengaku warga Parit Lintang , Desa Serumpun, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas itu alami luka di muka dan sakit di pinggang.

“Kami 10 orang Barkemas sedang siaga di posko dekat jembatan Semparuk Sebangkau, usai patroli kami berdiskusi di sana. Sekitar pukul 22.30 WIB, kami mendengar suara benda jatuh dari jembatan. Saya kira orang membuang kotak,” tuturnya.

Suara itu membuat Parnan dan rekannya terkejut. Mereka segera menghampiri sumber suara tersebut. Rupanya sekali dilihat, orang terjatuh dari jembatan menimpa sepeda motor milik pemancing yang parkir di bawah jembatan.

“Kami langsung bergegas menolongnya. Dia jatuh dari ketinggian sekitar 5 meter. Tiga temannya langsung kami suruh membawanya pulang ke Parit Lintang,” ucap Parnan.

Parnan menyebut, pemuda itu dalam kondisi setengah sadar. Badannya sempoyongan akibat mabuk berat. Untung saja, dia jatuh menimpa sepeda motor. Sehingga nyawanya masih selamat. Pasalnya di bawah jembatan itu, penuh batu-batu tajam yang membahayakan.

“Aroma mulutnya bau arak, dia mabuk berat. Hal seperti ini sungguh sangat memperihatinkan. Untung saja dia menimpa motor, kalau langsung ke tanah banyak batu-batu cadas, bisa meninggal dia,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *