Ketua PKK Kalbar Minta Dukungan Bupati Sambas Majukan PKK, Dekranasda, dan Bunda PAUD

Pelantikan Ketua PKK Sambas
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji, melantik Yunisa Satono, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD Kabupaten Sambas masa bakti 2021-2024, Senin (14/6/2021). (Humpro Pemprov Kalbar).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji, melantik Yunisa Satono, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD Kabupaten Sambas masa bakti 2021-2024.

Pelantikan digelar di Sekretariat Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Letjen Sutoyo Pontianak, Senin (14/6/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Lismaryani meminta dukungan dan peningkatan koordinasi kepada Bupati Sambas, selaku pembina TP PKK, dan juga DPRD, serta lembaga lain yang terkait.

Dijelaskannya, dalam 10 Program Pokok PKK yang dirumuskan secara operasional dalam Pokja I sampai dengan Pokja IV, memiliki program berbasis kegiatan Dasawisma yang menyentuh langsung ke masyarakat.

Dia mengatakan, apabila program pokok PKK dapat diterapkan di setiap keluarga, maka akan tercipta ketahanan keluarga yang dapat menjadikan situasi dan kondisi keluarga menjadi sehat, terutama di masa pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Lismaryani menyampaikan, dengan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarga masing-masing, akan membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan Sepuluh Program Pokok PKK, Program Dekranasda, dan Program Kerja Bunda PAUD, laksanakan lah tertib administrasi dan kelembagaan, terutama tertib administrasi,” pesannya

Selain itu, Lismaryani juga meminta agar Dekranasda Kabupaten Sambas mampu menggunakan teknologi informasi dalam pengumpulan dan pengolahan data perajin.

Sebab menurutnya, produk-produk kerajinan lokal dan nusantara, serta penyusunan program kerja selama lima tahun ke depan, akan lebih baik bila melibatkan kelompok milenial, anak-anak muda yang bertalenta tinggi, kreatif, dan inovatif.

Sementara untuk Bunda PAUD, diharapkan dapat mengoptimalkan sumber dana untuk penyelenggaraan program berkualitas seperti dana desa, dana APBD, CSR, dan sumber dana lainnya yang ada di masyarakat.

“Bunda PAUD Kabupaten Sambas untuk segera membentuk kelompok kerja Bunda PAUD di Kabupaten Sambas,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *