Kecelakaan Beruntun di Lampu Merah Digulis Untan, Polisi Temukan Botol Miras di Mobil Xenia

Kecelakaan Untan
TABRAKAN - Kecelakaan beruntun di lampu merah Tugu Digulis Untan, Selasa (15/6/2021). (Ist).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua unit motor dan mobil di lampu merah Tugu Digulis Untan Pontianak, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (15/6/2021) pagi, menewaskan seorang pengendara motor. Korban itu adalah perempuan bernama Sri Hidayati.

Kecelakaan dipicu karena diduga kelalaian pengemudi mobil Xenia KB 1595 ME. Mobil tersebut dikemudikan oleh Yohanes. Melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kota Pontianak menuju Kubu Raya. Di dalam mobil itu, polisi menemukan botol minuman keras.

Bacaan Lainnya

Kasat Lantas Polresta Pontianak Kota, Kompol Rio Sigal Hasibuan mengatakan, kejadian tabrakan beruntun yang menewaskan satu orang itu, terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.  Tabrakan beruntun bermula dari mobil Xenia yang dikemudikan Yohanes melaju dari arah Kota Pontianak menuju Kubu Raya dengan kecepatan tinggi.

Akibatnya, mobil tak dapat dikendalikan saat tiba di lampu merah Tugu Digulis Untan. Lantas mobil tersebut menghantam sepeda motor honda Vario yang dikendarai korban Sri Hidayati. Alhasil, Sri Haryati dan motornya terpental menghantam mobil taksi bandara dan pengendara motor Honda PCX di depanya.

“Disaat bersamaan juga, mobil Xenia itu juga menghantam taksi dengan nomor polisi KB 1043 HH,” jelas Rio.

Akibat kejadian itu, mobil Xenia mengalami ringsek parah bagian depan. Sedeng mobil taksi mengalami ringsek bagian belakang. Begitu pun dua motor lainnya mengalami kerusakan parah. Sigal mengatakan, ada lima korban dari musibah itu. Namun, satu di antaranya yakni Sri Haryati meninggal dunia, karena mengalami luka parah di bagian belakang, mulut, dan keluar darah dari telinga.

Saat ini, sopir mobil Xenia bernama Yohanes masih dalam perawatan di rumah sakit. Dia memastikan akan melakukan pemeriksaan terhadap Yohanes atas dugaan kelalaian berkendara sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun dan merenggunt nyawa seorang pengendara motor.

Sebab, di dalam mobil Xenia itu ditemukan botol mineral berisi minuman keras diduga arak putih. Namun, saat ini, Sigal belum dapat memastikan apakah si pengemudi mobil Xenia itu  dalam pengaruh alkohol atau tidak.

“Kami masih berkordinasi dengan dokter di rumah sakit. Apakah dia dalam pengaruh alkohol. Yang jealas, tadi kami temukan ada minuman keras di dalam mobilnya,”terangnya.

Jika nantinya hasil pemeriksaan ditemukan adanya unsur kelalaian dari pengemudi mobil Xenia tersebut, maka pihaknya akan menetapkan pengemudi sebagai tersangka dan akan dijerat Pasal 310 ayat ( 4 ) UU RI Nomor 27 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

“Di pasal itu disebutkan, barang siapa mengemudikan kenderaan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan orang lain meninggal dunia, akan diancam dengan hukuman pidana,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *