Bank Dunia Rekomendasikan Empat Kebijakan Agar Ekonomi RI Bangkit

Perwakilan Bank Dunia Untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen
Tangkapan layar Kepala Perwakilan Bank Dunia Untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen dalam acara Indonesia Economic Prospects di Jakarta, Kamis (17/6/2021, 12.24 WIB). (ANTARA/Youtube Indonesia Economic Prospects/pri).

JAKARTA, insidepontianak.com – Bank Dunia melalui laporan Indonesia Economic Prospects (IEP), bertajuk Boosting The Recovery merekomendasikan empat kebijakan untuk mendorong pemulihan sehingga Indonesia mampu bangkit dari dampak krisis pandemi Covid-19.

“Kami akan membahas kebijakan-kebijakan yang menjadi prioritas,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Bacaan Lainnya

Kahkonen menyatakan pandemi dalam satu tahun terakhir mampu menyebabkan dunia mengalami resesi mencapai tiga persen termasuk Indonesia meski di level yang lebih kecil. Ia menuturkan, resesi Indonesia lebih kecil daripada tingkat dunia.

Tapi jutaan orang kehilangan pekerjaan dan penurunan pendapatan. Sehingga, sekitar tiga juta orang jatuh ke dalam lingkaran kemiskinan. Di sisi lain, ia mengatakan, respons kebijakan dari pemerintah Indonesia berhasil menghindari outcome ekonomi dan sosial yang lebih buruk.

Meski demikian, Kahkonen menegaskan pemerintah masih memerlukan kebijakan-kebijakan lain dalam rangka mendorong pemulihan yang lebih cepat. Salah satunya melalui empat rekomendasi dari Bank Dunia.

Rekomendasi pertama adalah keteguhan pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19 karena akan mampu mengakhiri krisis kesehatan sekaligus ekonomi. Hal itu dapat dilakukan dengan akselerasi vaksinasi, memastikan kapasitas untuk testing dan tracing tercukupi dengan baik, serta upaya untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Rekomendasi kedua adalah menjaga kebijakan moneter serta menstimulasi kredit untuk terus bertumbuh dengan cara mengelola proses keuangan eksternal.

“Kemudian beberapa program memberikan dukungan seperti subsidi dan suku bunga ini juga bisa digunakan untuk terus mendorong kredit,” ujarnya.

Rekomendasi ketiga adalah, memberikan dukungan fiskal dalam jangka pendek dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal di jangka menengah. Ia menjelaskan, strategi fiskal jangka menengah akan memberikan ruang fiskal dan meningkatkan rasa percaya para investor.

“Kita juga perlu terus mendukung rumah tangga miskin, dan rentan serta firma-firma kecil sehingga pemulihan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Rekomendasi terakhir yakni peningkatan penciptaan lapangan kerja produktif baik bagi perempuan maupun laki laki.

“Pandemi memberikan tantangan lapangan pekerjaan bagi Indonesia. Namun di masa krisis, kita punya peluang untuk mereformasi dan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *