Bupati Karolin Ingatkan SPDP Gresik Tak Mengalihkan Isu Lain Tutupi Kelangkaan Pupuk Subsidi

  • Bagikan
Bupati Karolin
Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa. (Prokopim Pemkab Landak).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Bupati Kabupaten Landak, Karolin jawab klarifikasi pihak Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik Kalimantan Barat yang membantah kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Landak dengan mengalihkan isu ke persoalan lain.

“Ini yang perlu kita luruskan terkait pemberitaan dari pihak distributor. Intinya, berdasarkan hasil pengecekan kami di lapangan, pupuk tidak tersedia di tingkat kios dan petani sejak bulan Mei, sehingga jangan mengalihkan persoalan ke hal yang lain,” kata Karolin di Pontianak, Kamis (17/6/2021).

Dia pun memastikan sudah mengadukan masalah kekosongan pupuk subsidi untuk petani di Kabupaten Landak ke Gubernur Sutarmidji. Dia berharap, Gubernur segera memberi solusi terkait kekosongan pupuk subsidi tersebut.

“Saya sudah bertemu Gubernur membahas masalah kekosongan pupuk bersubsidi ini. Karena petani sangat membutuhkannya. Apalagi jadwal masa tanam sudah dekat,” ucap Karolin.

Dia menjamin, kekosongan pupuk subsidi di Landak tidak ada kaitannya dengan kelalaian saat pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah diusulkan oleh Tim di Dinas Pertanian Landak.

“RDKK tidak ada persoalan. Dan pupuk ZA, SP36 memang tidak muncul di e-RDKK. Kita sudah koordinasi ke Litbang Kementrian Pertanian, karena beberapa kecamatan tidak direkomendasi untuk pupuk tersebut,” jelas Karolin.

Sebelumnya PT Pupuk Indonesia melalui Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik di Kalimantan Barat, Shio Suranaga menjamin kebutuhan pupuk di Kabupaten Landak telah didistribusikan oleh pihaknya dari gudang Pontianak dengan jumlah sesuai RDKK.

Menurutnya, kekosongan stok pupuk subsidi di tingkat pengecer di Kabupaten Landak, terjadi karena para pengecer tidak berani melakukan penebusan dan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani yang tidak terdaftar di sistem e-RDKK. Sebab, ada perbedaan jumlah alokasi yang diajukan dengan sistem e-RDKK.

“Kami selalu mengimbau kepada distributor pupuk bersubsidi agar berkoordinasi, berkomunikasi, dan berdiskusi dengan dinas terkait, supaya ada solusi mengenai e-RDKK dan pembagian alokasi. Karena alokasi yang ada, hanya memenuhi kebutuhan sekitar 40 persen,” ungkap Shio Suranaga.

Berdasarkan data jumlah petani di Kabupaten Landak yang sudah masuk dalam e-RDKK, tercatat 40,421 petani yang terdaftar berhak menerima pupuk subsidi. Sementara usulan pupuk bersubsidi yang telah diajukan Dinas Pertanian Kabupaten Landak melalui e-RDKK sebanyak 77.234,46 ton.

Sementara kuota pupuk yang didapat Kabupaten Landak sesuai SK Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat Nomor 21 Tahun 2021 tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian tahun anggaran 2021, sebanyak 40.492,04 ton dan pupuk organik cair sebanyak 3.674,41 liter.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: