Pertanyakan Konsistensi Larangan Rapat, Subhan dan Prabasa Bersitegang

  • Bagikan
Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur
INTERUPSI - Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan melakukan intrupsi usai Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, AL Laysandri membacakan tanggapan Gubernur terhadap Raperda Prakarsa DPRD, Jumat (18/6/2021). (Andi Ridwansyah).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Suasana rapat Paripurna DPRD Kalbar diwarnai ketegangan, Jumat (18/6/2021). Adu mulut terjadi antara Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur, sebagai pimpinan rapat dan anggota DPRD Kalbar Fraksi Partai Nasdem, Subhan Nur.

Ketegangan bermula saat Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan melakukan intrupsi usai Sekretaris Daerah (Sekda), AL Laysandri membacakan tanggapan Gubernur terhadap Raperda Prakarsa DPRD.

“Intrupsi ketua,” kata Subhan kepada pimpinan.

Saat diberi kesempatan oleh Prabas, Subhan dengan tegas mempertanyakan konsistensi intruksi Gubernur terhadap paripurna yang digelar hari ini. Sebab, sebelumnya beredar Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Sekretaris Sekda, Nomor: 440 tentang Pembatasan Kegiatan Pertemuan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Akibat Surat Edaran itu, beberapa rapat kerja komisi dengan para mitra batal digelar. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dihubungi mengatakan, mereka dilarang melakukan rapat-rapat.

“Saya mempertanyakan, inkonsistensi pemerintah daerah terhadap keputusan ini. Paripurna ini apa judulnya? Kenapa paripurna ini dibolehkan dihadiri OPD-OPD,” tanya Subhan dalam intrupsinya.

Sekda Kalbar, Laysandri lantas diberi kesempatan pimpinan rapat untuk menjawab pertanayaan tersebut. Dia menyebutkan, SE itu semata merupakan sebuah imbauan kepada OPD. Tujuannya, untuk mencegah ancaman penularan Covid-19.

“Namun, dilihat urgensinya. Kalau Paripurna Perda ini, kan strategis, untuk kepentingan masyarakat,” kata Laysandri.

Dia melanjutkan, untuk OPD memang diminta dilakukan penundaan rapat-rapat selama satu bulan secara tatap muka.

“(Rapat) virtual lah dilakukan, namun yang (sifatnya) strategis tetap bisa dilakukan,” terangnya.

Seusai Sekda memberi jawaban, Subhan langsung menimpali. Saat Itu lah moment perdebatan terjadi antara dia dan pimpinan rapat, Prabasa. Keduanya bersitegang. Dengan nada emosi, Prabasa meminta Subhan tidak berbicara terlebih dahulu.

“Saya bilang jangan main tekan begitu. Sabar dulu. Nanti saya suruh keluar kamu,” ucap Sekretaris DPD Partai Golkar tersebut dengan tegas. Mendegar jawaban itu, Subhan lantas menjawab.

“Tidak perlu emosi ketua. Saya ngomong baik-baik,” ucap Subhan.

Merasa kesal, Prabasa pun meminta agar Subhan dikeluarkan dalam ruang rapat.

“Coba suruh keluar saja. Saya pemimpin sidang di sini. Enak saja kamu,” jawab Prabasa.

Ketegangan ini pun sempat diwarnai dengan aksi pukul meja. Namun, setelah itu, sidang tetap berjalan hingga selesai.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: