Merusak Pasar Domestik, Pengimpor Pakaian Bekas Ditindak Tegas

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Sintete, Denny Prasetyanto
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Sintete, Denny Prasetyanto

SAMBAS, insidepontianak.com – Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Sintete, Denny Prasetyanto menindak tegas para pengimpor pakaian dan sepatu bekas di wilayah hukumnya.

Denny mengatakan, jika ada yang mengimpor pakaian atau sepatu bekas di Kabupaten Sambas, Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang maka akan di sita oleh Bea Cukai Sintete yang membawahi ketiga wilayah tersebut, Jumat (25/6/2021).

Bacaan Lainnya

“Impor pakaian dan sepatu bekas secara ekonomi dapat merusak pangsa pasar domestik, sehingga menyebabkan beberapa pengusaha kecil dan pelaku usaha konveksi merugi bahkan tutup. Imbasnya pengangguran meningkat,” katanya

Selain itu kata dia, secara immateri, impor pakaian atau sepatu bekas berbahaya bagi kesehatan karena tidak higienis. Hal itu berpotensi tinggi menularkan penyakit ke pemakainya.

Denny menegaskan, pakaian bekas merupakan komoditi yang dilarang diimpor sesuai pasal 47 ayat (1), undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

“Kami konsisten menindak tegas pelanggaran sesuai undang-undang tersebut. Kemarin, kami musnahkan barang milik negara hasil sitaan bea cukai atas pelanggan kepabeanan dan pelanggaran cukai berupa 31 bal pakaian bekas dan sepatu bekas senilai Rp 58.200 juta dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 58.200 juta,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *