Satu Lagi Nakes di RSUD Pontianak Meninggal Terpapar Covid-19

Ilustrasi, Penanganan Covid-19.(Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Seorang tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie meninggal dunia, karena terpapar Covid-19, Selasa (22/6/2021) malam. Dengan kasus ini, secara kumulatif sudah empat nakes Kalbar yang meninggal karena Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harison menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tenaga kesehatan yang bertugas sebagai garda terdepan penanggulangan Covid-19. Harison menyebut, sebelum meninggal, Nakes tersebut sempat dirawat di ruang ICU rumah sakit.

Bacaan Lainnya

“Dia meninggal Selasa malam, pukul 21.40 WIB,” kata Harisson, Jumat (24/6/2021).

Harison menyebut, di Kalbar sendiri sudah empat orang tenaga kesehatan yang meninggal karena terpapar covid.  Sebetulnya, kata dia, standar pelayana pasien Covid-19 telah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 27 tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes).

Berdasarkan SOP itu, maka setiap nakes dan manajemen fasyankes mestinya telah memahami pencegahan terhadap paparan infeksi. Pencegahan infeksi dikenal dengan istilah kewaspadaan standar dan kewaspadaan berdasarkan transmisi suatu infeksi.

Kewaspadaan standar meliputi; kebersihan tangan, penggunaan APD, dekontaminasi peralatan perawatan pasien, pengendalian lingkungan, pengelolaan limbah, dan penempatan pasien . Sedangkan kewaspadaan transmisi suatu penyakit yang dapat menyebar melalui kontak, droplet, udara, makanan dan vektor, misalnya lalat. Namun demikian, ada banyak faktor yang menyebabkan perlindungan diri pada nakes menjadi tidak efektif.

Di antaranya, faktor kelelahan, yang disebabkan beban kerja yang tinggi sehubungan dengan meningkatnya jumlah pasien yang ditangani.

“Faktor kelelahan ini yang menyebabkan pelaksanaan kewaspadaan secara ketat dan disiplin SOP perlindungan diri dari infeksi menjadi terabaikan,” ucap Harisson.

Dia memastikan, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit selalu menyediakan peralatan APD seperti masker, sarung tangan, maupun baju Hazmat. Tidak seperti di awal pandemi, APD susah didapatkan.

“Sekarang ini sudah banyak tersedia APD baik bantuan dari Kemenkes maupun yang disediakan oleh pemerintah daerah,”pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *