Dua Penumpang Lion Air Rute Surabaya-Pontianak Akui Gunakan Suket PCR Palsu

  • Bagikan
Ilustrasi pesawat Lion Air 737 MAX 8.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sindikat calo penyedia surat keterangan (Suket) swab PCR palsu kini semakin marak di Bandara Juanda Surabaya. Hal ini, diungkap oleh dua penumpang pesawat Lion Air rute Surabaya-Pontianak RN dan SH. Keduanya mengakui telah menggunakan suket palsu, setelah ditawari seorang calo di Bandara Juanda Surabaya.

RN salah satu penumpang pesawat Lion Air mengatakan, ia dan rekanya SH awalnya terbang dari Pontianak menuju Surabaya guna mengantar anak masuk pondok pesantren. Sepakan di sana, keduanya hendak pulang dan mencari klinik guna mendapatkan surat keterangan swab PCR, sebagai sayarat terbang untuk pulang ke Pontianak

“Saya tanya kepada orang travel. Ternyata ada oknum yang menawarkan PCR tanpa di tes,” ungkapnya, Jumat kemarin.

Mendapat tawaran itu, RN tak langsung mengiyakan. Ia mempertanyakan keamanannya. Si calon pun menjamin.

“Dia bilang aman, karena sebelumnya sudah ada,” ujar RN.

Akhirnya, RN dan rekanya setuju  membeli suket swab PCR palsu tersebut. Namun nahas. Saat tiba di Bandara Supadio Pontianak, Suket Swab PCR palsu mereka diketahui petugas bandara. Alhasil, RN dan SH diminta melakukan swab PCR ulang.

Hasilnye mereka dinyatakan positif terpapar Covid-19. Atas temuan itu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar langsung melakukan tindakan cepat dengan mengkarantina RN dan SH di Unit Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pemprov Kalbar.

Sedangkan maskapai Lion Air yang mereka tumpangi turut terkena imbas akibat penggunaan Suket swab PCR Palsu tersebut, dengan sanksi dilarang terbang ke Pontianak selama tujuh hari ke depan. Sanksi itu diberikan langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Perhubungan.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: