Penyelundupan Puluhan Botol Miras Asal Malaysia Berhasil Digagalkan Satgas Pamtas

PENYELUNDUPAN - Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti kembali berhasil menggagalkan usaha penyelundupan puluhan botol miras jenis gin tanduk dan brandy asal Malaysia.  (Istinewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Penyelundupan ratusan botol minuman keras asal Malaysia berhasil digagalkan oleh Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti di jalur tidak resmi perbatasan Indonesia-Malaysia Sektor Pos Guna Banir, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

“Memang benar, anggota kami, Kamis (24/6/2021), sekitar pukul 18.30 WIB di Pos Guna Banir menggagalkan usaha penyelundupan puluhan botol miras produksi Malaysia,” kata Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Letkol (Inf) Hendro Wicaksono saat dihubungi di Pos Kotis Entikong, Sanggau, Sabtu (26/6/2021), dikutip dari Antara.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan saat personel Pos Guna Banir yang dipimpin Danpos Letda Inf Surino melaksanakan patroli wilayah di Dusun Guna Banir, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, secara tidak sengaja menemukan tiga karung mencurigakan yang disimpan di semak-semak sekitar jalur tidak resmi perbatasan RI-Malaysia.

Namun, ujarnya, saat diperiksa ternyata karung tersebut berisi 46 botol minuman keras jenis Gin Tanduk dan 14 jenis Brandy dengan total 60 botol yang diamankan.

“Kali ini kami kembali berhasil menggagalkan penyelundupan total 60 botol miras masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat agar bersama-sama memberantas masuknya miras ilegal di wilayah perbatasan RI-Malaysia dengan cara tidak memperjualbelikan dan mengonsumsi miras karena dapat menyebabkan dampak negatif, baik diri sendiri dan orang lain.

“Kami akan rutin dan terus menggencarkan upaya pencegahan penyelundupan miras ilegal maupun barang ilegal lain dengan melakukan patroli dan pemeriksaan yang lebih intensif di wilayah yang berpotensi terjadi penyelundupan,” ujarnya.

Sementara itu, Danpos Guna Banir Letda (inf) Surono mengatakan patroli itu dilaksanakan sehubungan dengan maraknya peredaran miras dari Malaysia ke Indonesia yang menyebabkan terganggunya kehidupan masyarakat akibat penjualan dan konsumsi miras.

“Untuk proses lebih lanjut seluruh minuman keras tersebut langsung kami serahkan kepada Bea Cukai Segumun,” ujarnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *