Ruang Laktasi DPRD Kota Pontianak Bikin Adem

Ruang Laktasi DPRD Kota Pontianak
Ruang Laktasi- DPRD Kota Pontianak menyediakan ruang laktasi sebagai bentuk layanan publik untuk wanita yang memiliki balita (ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – “Bikin adem,” kata pegawai di DPRD Kota Pontianak, Senin (28/6/2021) saat menemani masuk ruang laktasi DPRD Kota Pontianak. Memiliki balita berusia di bawah dua tahun, tentu masih butuh ASI eksklusif. Bekerja di luar rumah, menjadi tantangan tersendiri, bagi para mom saat ini.

Bagaimana tidak, selain harus bekerja, pemberian ASI kepada si buah hati, harus dilakukan di jam-jam prime time alias di waktu bayi lapar. Para pekerja perempuan pun, baik di pemerintahan atau swasta beranggapan, penyediaan ruang laktasi sangat membantu.

Bacaan Lainnya

DPRD Kota Pontianak memahami itu. Sejak tahun 2020, ruang laktasi yang ramah sudah disediakan. Kabag Humas dan Protokel DPRD Kota Pontianak, Indra Eka menyatakan, keberadaan ruang laktasi di Dewan Kota Pontianak, sudah sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan dan Ombudsmen Kalbar, tentang Zona Hijau Penyediaan Ruang Layanan Publik, salah satunya ruang laktasi.

Ruang laktasi ini sudah memenuhi standar dari Peraturan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2013 tentang Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan Memerah ASI.

Ruang laktasi di DPRD Kota Pontianak terletak di lantai dasar gedung. Jika kita masuk dari pintu depan gedung, tinggal belok ke kanan, ruang laktasi sudah terlihat. Ruangan berukuran 4×4 itu, berada di pintu nomor tiga setelah toilet pria dan wanita di lantai tersebut.

Tak terkunci. Kita bisa langsung masuk dan menemukan tempat tidur panjang berundak tinggi. Di depannya ada kursi sofa nyaman, untuk sekedar berselonjor kaki. Bersih dengan dominasi warna hangat di tiap dinding ruangan.

Berharap ruang laktasi ini bisa bermanfaat, tak hanya bagi ASN di lingkungan DPRD Kota Pontianak. Juga setiap perempuan yang datang ke gedung dua lantai tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *