banner 468x60 banner 468x60

POGI Rekomendasi Ibu Hamil Divaksinasi

  • Bagikan
Vaksin Covid-19
Ilustrasi, vaksinasi Corona.(BBC)

JAKARTA, insidepontianak.com – Perhimpunan Obstetri dan Ginekolog Indonesia (POGI), menyerukan perlunya langkah dan rekomendasi terkait pencegahan peningkatan kasus ibu hamil terkonfirmasi Covid-19 dalam keadaan berat (severe case). Langkah tersebut, yakni pemberian vaksin terhadap ibu hamil.

Ketua Umum POGI, Ari K Januarto membeberkan, populasi ibu hamil menjadi lebih rentan dan lebih cepat mengalami perburukan hingga kematian. Terlebih dengan ditemukan varian baru Covid-19 yang masuk di Indonesia.

Berdasarkan data dari Pokja Infeksi Saluran Reproduksi POGI dan POGI Cabang selama April 2020 hingga April 2021, terdapat 536 kasus Covid-19 pada ibu hamil. Dari data tersebut, sekitar 51,9 persen di antaranya merupakan ibu hamil tanpa gejala dan tanpa bantuan napas (OTG).

“Usia kehamilan di atas 37 minggu sebanyak 72 persen, kematian komplikasi Covid-19 sebanyak 3 persen, dan Perawatan intensif ibu (ICU), sebanyak 4,5 persen masuk ICU,” katanya, dalam siaran pers, kemarin.

Sementara itu, data jumlah kematian dokter Indonesia berdasarkan profesi (data Tim Mitigasi Dokter PB IDI sampai dengan Juni 2021), menunjukkan spesialis obstetri dan ginekologi sebanyak 27 orang,- menempati urutan kedua setelah dokter umum.

Dia menyebutkan, Covid-19 meningkatkan risiko kejadian persalinan prematur dan komplikasi kehamilan lainnya. Meski hingga saat ini belum ada data ilmiah mengenai efektifitas maupun potensi bahaya pemberian vaksin Covid-19 untuk ibu hamil dan menyusui mengingat tergolong dalam kelompok vulnerable population.

“Namun dengan mendapatkan vaksinasi dalam kehamilan akan mencegah ibu hamil bergejala berat bila terpapar Covid-19,” jelasnya.

Dia menerangkan, secara teoritis, kehamilan tidak mengubah efikasi suatu vaksin, namun hal ini perlu penelitian lebih lanjut. Dapat terjadi transfer IgG dari ibu ke fetus sehingga bisa memberikan imunitas pasif pada neonatus.

Vaksin yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke dalam sel, kemudian ditangkap oleh APC/sel penyaji antigen dan di pecah menjadi peptide kecil yang diikat oleh MHC, setelah itu akan di presentasi kan ke sel T helper/ CD4.

Sel CD 4 akan merangsang sel limfosit B untuk mengeluarkan berbagai macam sitokin yang kemudian berkembang menjadi sel plasma untuk memproduksi antibodi. Antibodi yang diproduksi adalah IgM, IgG dan neutralizing antibody (netralisasi antibodi).

Proses ini mencapai waktu kurang lebih dua pekan. Bila seseorang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 maka jika terjadi infeksi Covid-19, tubuh yang sudah memiliki sel B memori akan lebih cepat mengenali antigen tersebut sehingga antibodi netralisasi akan segera terbentuk dalam waktu singkat.

Demi keselamatan ibu hamil dan janin dari penularan dan efek Covid-19, POGI menyerukan dukungan pada pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di daerah dengan tingkat kejadian Covid-19 mulai dari zona kuning sampai dengan hitam.

“Serta memperbarui dan meningkatkan sosialisasi pedoman penanganan ibu hamil dan ibu bersalin yang terinfeksi Covid-19 pada seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan kehamilan dan persalinan,” papar Ari.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemerintah menunjuk dan menyiapkan pusat rujukan Covid-19 untuk ibu dan anak di setiap propinsi dan kabupaten/kota termasuk di Kalimantan Barat. Dilengkapi dengan fasilitas kamar bersalin tekanan negatif, ruang isolasi ibu, ruang isolasi bayi baru lahir, serta ICU dan NICU.

Meski rekomendasi yang disarankan oleh POGI ini telah berbasis kajian ilmiah yang sudah ada, serta berdasarkan pelaksanaan rekomendasi organisasi serupa di dunia untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi Indonesia, namun Ari mengatakan bahwa Pengurus Pusat POGI tidak menutup kemungkinan untuk mengubah rekomendasi ini.

Saat ini, International Federation of Obstetrics and Gynecology (FIGO) telah memberikan penegasan secara kuat untuk mengikutsertakan ibu hamil dan menyusui pada fase 3 penelitian vaksin Covid-19 untuk seluruh produsen vaksin.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: