Adakan Perpisahan Sekolah, 1000-an Siswa Sekolah Menengah Tertular Corona

Pulau Majorca, Spanyol. (Shutterstock)
Pulau Majorca, Spanyol. (Shutterstock)

SPANYOL, insidepontianak.com – Sekitar 1000 siswa sekolah menengah tertular corona, setelah mereka mengadakan perpisahan sekolah. Siswa sekolah menengah dari seluruh negeri di Spanyol pergi berlibur ke pulau Majorca untuk mengadakan pesta perpisahan. Setelahnya, mereka dilaporkan tertular virus ke 10 dari 17 wilayah di negara itu.

Sementara sumber pasti wabah belum dikonfirmasi dan pihak berwenang sedang menyelidiki, peran konser reggaeton di arena adu banteng di Palma dan pesta-pesta berikutnya di hotel dan kapal pesiar yang diprediksi membuat siswa sekolah menengah itu tertular Corona.

Bacaan Lainnya

Seperti dilansir Suara.com dengan menyadur Anadolu Agency, Rabu (30/6/2021), nyaris 1000 siswa di Spanyol dinyatakan positif corona setelah mengikuti acara perpisahan di pulau Majorca dan jumlah orang yang terkena wabah terus bertambah dengan cepat.

Pada hari Jumat, ada sekitar 500 kasus virus yang dilaporkan terkait dengan perjalanan siswa.

Sebagian besar siswa yang melakukan kontak di perayaan itu ditangkap dan dipaksa untuk dikarantina di hotel di pulau Mediterania terlepas apakah mereka dinyatakan positif atau tidak.

Pada hari Senin, ibu dari salah satu siswa yang dipaksa karantina menuntut ke pengadilan. Beberapa siswa memposting video di media sosial dan menyebutnya sebagai penculikan.

Di tempat lain, melacak siswa yang berpartisipasi dalam acara perpisahan tersebut terbukti lebih sulit.

Di kota Pontevedra di Galicia, tempat puluhan siswa dipanggil untuk mengikuti tes PCR, hanya sekitar setengahnya yang muncul, menurut penyiar Spanyol Antena 3.

Acara superspreader di Kepulauan Balearic terbesar di Spanyol itu terjadi hanya beberapa hari sebelum kepulauan itu akan ditambahkan ke daftar hijau Inggris.

Wabah di Majorca memicu peningkatan kasus corona di sebagian besar Spanyol, tapi pulau-pulau itu sendiri masih memiliki tingkat infeksi jauh di bawah rata-rata nasional.

Spanyol, yang telah banyak mempromosikan pariwisata musim panas ini, memiliki tingkat penularan COVID-19 tertinggi kedua di Uni Eropa, di bawah Portugal, menurut Pusat Pengendalian Penyakit Eropa.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *