Wabup Bengkayang Tegaskan Pengetatan Pintu Masuk Batas Negara Malaysia-Jagoi Babang Sudah Maksimal

Wabup Bengkayang, Syamsul Rizal tanggapi Langkah Pemkab terkait pengetatan pintu masuk batas Negara Malaysia dan Jagoi Babang. Diwawancarai oleh inside, di Ruangan kerjanya. Kamis (1/7/2021).
Wabup Bengkayang, Syamsul Rizal tanggapi Langkah Pemkab terkait pengetatan pintu masuk batas Negara Malaysia dan Jagoi Babang. Diwawancarai oleh inside, di Ruangan kerjanya. Kamis (1/7/2021).

BENGKAYANG, insidepontianak.com РWakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal menegaskan, pengetatan posko pintu masuk batas Negara Malaysia РJagoi Babang sudah maksimal.

Hal itu ia tekankan, akibat penyebaran virus baru Covid-19 semakin merebak di berbagai negara.

Bacaan Lainnya

“Di perbatasan kita punya Satgas khusus menangani Covid-19, dan sudah kita koordinasikan dengan pihak terkait penanganannya,” ucapnya ditemui di ruang kerjanya. Kamis (1/7/2021).

Ia tidak menginginkan, jenis varian baru tersebut seperti, Delta dari India, varian B.1.1.7 dari Inggris dan varian Lambda yang informasinya sangat mematikan, berada di Kabupaten Bengkayang.

Pemkab pun akan selalu mengawasi dan mengupayakan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bengkayang, khususnya di daerah perbatasan, baik negara maupun kabupaten.

Untuk itu, daerah perbatasan negara, seperti halnya di Jagoi Babang harus diperhatikan dan ditekankan pengetatannya.

“Sebagai upaya penanganan dan langkah Pemkab, hal tersebut mesti kita lakukan. Saya tidak ingin kedepannya varian baru tersebut sampai diwilayahnya kita, terlebih ada varian Jagoi Babang,” imbuhnya.

Pengetatan posko penanganan Covid-19 ini pula, ia imbau kepada semua daerah perbatasan di Kabupaten Bengkayang, baik itu daerah perbatasan kabupaten dan posko-posko PPKM Mikro di setiap kecamatan.

Wakil Bupati Bengkayang tersebut, tidak ingin masyarakat menganggap remeh dan menyepelekan prokes, apalagi tidak percaya dengan adanya Covid-19.

“Covid ini ada, dan berbahaya. Hanya tidak nampak. Untuk itu, selalu kedepankan prokes serta jangan berkerumun,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *