Serdik Sespimmen Polri Angkatan 61 Donor Darah di PMI Pontianak

Kompol Pulung Woetono
Serdik Sespimmen Polri Angkatan 61 Kompol Pulung Woetono donor darah di PMI Kota Pontianak.

PONTIANAK, insidepontianak.com  – Tiga peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri angkatan 61 kembali mendonorkan darah ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Sabtu (3/7).

Ketiga Serdik Sespimmen Polri angkatan 61 tahun 2021 itu, yakni Serdik Pulung Woetono, Serdik Wahyu Jati Wibowo dan Serdik Yoma Hendra Sarjana. Dengan selalu menjalankan protokol kesehatan, Serdik sespimmen melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat

Bacaan Lainnya

Serdik Pulung, mengatakan, seperti yang diketahui, bahwa kebutuhan darah bagi pasien-pasien di rumah sakit yang ada di Kota Pontianak masih cukup tinggi.

Oleh karena itu, lanjut Pulung, untuk membantu PMI menyediakan pasokan darah, ia bersama kedua Serdik Sespimmen Polri lainnya mendonorkan darah.

“Donor darah ini adalah kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Pulung, kemarin.

Tak jauh berbeda dengan Pulung, Serdik Wahyu Jati Wibobo, yang selama mengikuti Sespimmen Polri telah dua kali mendonorkan darah, mengatakan selain membantu menyediakan ketersediaan pasokan darah, donor juga bermanfaat bagi kesehatan.

Oleh karena itu, dia menambahkan, ditengah masih cukup tingginya kebutuhan darah di Kota Pontianak, diperlukan peran masyarakat untuk ikut memenuhi ketersediaan darah dengan mendonorkan darahnya.

“Ini bagian dari upaya membantu sesama. Dengan harapan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan darah, karena ketersediaannya di PMI mencukupi,” ucapnya.

Sementara itu, Serdik Yoma Hendra Sarjana, mengucapkan terimakasih kepada PMI Kota Pontianak yang telah bekerja keras dalam menyediakan pasokan darah bagi masyarakat.

“Setetes darah sangat beharga bagi yang membutuhkan,” pungkasnya.

Dan disaat pandemik Covid-19 seperti saat ini, dia menambahkan, kepada masyarakat khususnya di Kota Pontianak untuk mematuhi kebijakan pemerintah tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *