Terpidana Kasus Jual Beli Burung Bayan, Jumardi Akhirnya Bebas

Terpidana Jumardi Bebas
Jumardi, terpidana satwa dilindungi bebas dari Rutan Sambas dan dijemput keluarga, Senin (5/7/2021). (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Jumardi alias Jumar, warga Dusun Tempukung, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, terpidana kasus konservasi dan sumber daya alam yang sempat menyita perhatian publik akhirnya dibebaskan dari Rutan Sambas, Senin (5/7/2021) sore.

Kabar bebasnya Jumar dari Rutan disampaikan oleh penasihat hukumnya, Ridwan kepada insidepontianak.com. Ridwan mengatakan, setelah menjalani proses panjang di pengadilan, akhirnya terdakwa kasus jual beli burung bayan tersebut bisa berkumpul dengan keluarganya. Jumar dijemput abang kandungnya, Rumadi di Rutan Sambas.

Bacaan Lainnya

“Jumardi bebas dari Rutan Sambas sore ini,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, Jumardi divonis 4 bulan 20 hari, dan denda Rp3,5 juta oleh hakim Pengadilan Negeri Sambas. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum pidana 6 bulan dan denda Rp5 juta.

“Hakim memutuskan 4 bulan 20 hari, dan denda Rp3,5 juta. Jaksa sedang pikir-pikir mau banding atau tidak. Sementara terdakwa menerima putusan PN Sambas sebagai warga negara yang taat hukum,” katanya Selasa 22 Juni lalu.

Dalam sidang, Jumardi dianggap sah dan meyakinkan dengan sengaja menangkap, menyimpan, memiliki dan memperjualbelikan satwa dilindungi dalam hal ini burung bayan dalam keadaan hidup.

Perbuatan itu diancam pidana dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya sebagaimana dakwaan tunggal JPU.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jumardi Alias Jumar Bin Baidah dengan pidana penjara selama enam bulan dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp5 juta dan subsider satu bulan,” tegas JPU.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *