DPRD Kubu Raya Panggil Kepala DPMPTSP Terkait IMB di Lahan Sengketa Mega Lavender

Komisi I DPRD Kubu Raya panggil Kepala DPMPTSP Kubu Raya
Komisi I DPRD Kubu Raya, panggil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kubu Raya, Maria Agustina, dan ahli waris lahan perumahan Mega Lavender Residence, Benny Irawan, terkait penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lahan sengketa, Selasa (6/7/2021). (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com).

KUBU RAYA, Insidepontianak.com – Komisi I DPRD Kubu Raya, akhirnya memangil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kubu Raya, Maria Agustina, dan ahli waris lahan perumahan Mega Lavender Residence, Benny Irawan, Selasa (6/7/2021).

Pemanggilan itu terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemerintah Kubu Raya di tanah sengketa perumahan Mega Lavender Residence. Agenda dengar pendapat itu, berlangsung pukul 11.00 WIB, dipimpin oleh Sekretaris Komisi I, Muhidin.

Bacaan Lainnya

Rapat tersebut, berlangsung tertutup. Awak media tidak diperkenankan masuk. Kasus ini bergulir setelah DPMPTSP mengeluarkan IMB Mega Lavender Residence pada 22 Juli 2020. IMB atas nama Bun Khai Hie keluar menabrak sejumlah aturan.

Salah satunya Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bagunan dan Perda Kubu Raya Nomor 2 Tahun 2015. Kepala DPMPTSP Kubu Raya, Maria Agustina  kepada insidepontianak.com, menolak disebut kecolongan.

Sebab, saat permohonan diajukan, pihaknya tak mengetahui  status tanah dalam sengketa. PT Mega Lavender Residence pun disebut memberikan pernyataan tak jujur, bahwa tanah berstatus sengketa.

“Pada saat dia mengajukan permohonan, kita tidak tau tanah sengketa. Pemohon membuat pernyataan tidak dalam sengketa. Itu yang kita pakai,”kata Maria Agustina, belum lama ini.

Selain pernyataan itu, DPMPTSP juga berpedoman pada data dan dokumen administrasi. Hingga akhirnya, IMB  yang diajukan atas nama Bun Khai Hie keluar pada 22 Juli 2020.

“Setelah ribut-ribut, kami baru mengetahui tanah tersebut dalam sengketa,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *