Italia ke Final Euro 2020 Usai Taklukkan Spanyol Lewat Adu Pinalti

Alvaro Morata
Pelatih Timnas Spanyol Luis Enrique (kiri) bersama penyerang Alvaro Morata saat menghadapi Swiss di babak perempat final Euro 2020 di Stadion St. Petersburg, Rusia, 2 Juli 2021. (Kirill Kudryavtsev/ Pool /AFP/Suara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Timnas Italia melaju ke babak final Euro 2020, usai taklukkan Timnas Spanyol lewat adu pinalti, setelah bermain imbang 1-1, di Stadion Wembley, London, Spanyol, Rabu (7/7/2020) dini hari.

Spanyol meyerah 2-4 lewat drama adu pinalti tersebut. Atas kekalahan itu, Spanyol harus mengubur mimpi melaju ke final Euro 2020. La Furia Roja julukan Timnas Spanyol sejatinya punya peluang memenangi pertandingan.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Suara.com, Merujuk laporan statistik via LiveScore, mereka menguasai jalannya pertandingan. Spanyol tercatat 65 persen penguasaan bola, dan menciptakan 16 percobaan gol yang lima di antaranya berhasil menemui sasaran.

Pada akhirnya, tim besutan Luis Enrique cuma mampu mencetak satu gol untuk menyamakan kedudukan 1-1 lewat Alvaro Morata pada menit ke-80. Gol penyerang Juventus itu, sempat menjaga asa Spanyol untuk membalikan keadaan dan menang. Namun hingga 120 menit berjalan, skor 1-1 tak berubah.

Di babak penalti, Alvaro Morata berubah dari pahlawan menjadi biang kerok kekalahan. Maju sebagai eksekutor keempat dalam kedudukan 2-3, tendangan penyerang 28 tahun itu dihalau Gianluigi Donnarumma.

“Saya berterima kasih pada Morata dan memeluknya. Dia memungkinkan kita untuk bermimpi. Mereka (Italia) sangat ingin mendapatkan adu penalti dan kami ingin bermain setengah jam lebih lama,” jelas Enrique, dikutip dari Football-Espana.

Enrique turut bangga melihat anak asuhnya bermain total, mesi terhenti untuk melaju ke final. Menurutnya, semua pemain bermain luar biasa. Mereka telah mendapatkan pengalaman sehingga telah berkembang.

“Kami ingin membangun tim yang akan dibanggakan oleh para penggemar dan kami berhasil. Apakah ada yang melihat apa yang dilakukan Pedri, seorang anak pemain berusia 18 tahun? Saya belum pernah melihat orang seperti itu, bahkan Iniesta pun tidak,” pungkasnya.

Meski gagal ke final, Enrique tetap mengambil hal positif dari kekalahan ini. Menurutnya, Spanyol telah tampil luar biasa, setelah gagal tampil moncer pasca-memenangi Piala Dunia 2012.

“Kami memainkan Kejuaraan Eropa yang hebat setelah sembilan tahun menurun, Spanyol telah kembali. Saya memberikan apresiasi kepada tim karena mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,” tutup Enrique.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *