Gubernur Sutarmidji Ajak Orang Tua Sukseskan Vaksinasi Pelajar

Gubernur Kalbar, Sutarmidji
TINJAU - Gubernur Kalbar, Sutarmidji tinjau kegiatan vaksinasi di SMA Negeri 9 Kota Pontianak, Kamis (9/7/2021). (Prokopim Pemprov Kalbar).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengajak para orang tua menyukseskan program vaksinasi Covid-19 untuk pelajar, di seluruh Sekolah Menegah Atas (SMK) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) di Provinsi Kalbar.

Gubernur menegaskan, vaksin sangat penting dilaksanakan sebelum pembelajaran tatap muka digelar. Dengan vaksin, maka kekebalan tubuh meningkat, sehingga, jika terpapar Covid-19, tak akan fatal.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak mewajibkan (vaksin). Tapi, kita menganjurkan vaksin. Karena waktu sekolah tatap muka digelar, akan lebih aman yang divaksin,”kata Sutarmidji saat meninjau kegiatan vaksinasi di SMA Negeri 9 Kota Pontianak, Kamis (9/7/2021).

Midji sapaan karibnya mengatakan, vaksin merupakan jalan keluar menagani pandemi. Dengan vaksin maka, anak-anak kebal dari infeksi Covid-19. Meskipun, tidak menutup kemungkinan orang telah divaksin bisa terpapar Covid-19. Namun jika orang telah di vaksin tidak mengakibatkan fatal.

Dia memastikan, Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen melakukan vaksinasi seluruh siswa-siswi. Namun, tanpa dukungan orang tua, hal tersebut tak akan berjalan lancar. Buktinya, ada 70 siswa yang tidak mau divaksin karena orang tua melarang. Siswa yang tak divaksin itu, dinilai, akan berbahya jika nantinya sekolah tatap muka digelar.

“Ini akan membahayakan kawan-kawan mereka yang lain, sehingga lebih ideal itu divaksin saja. Vaksin ini untuk menjaga anak-anak supaya lebih kebal (kuat),” ungkap Gubernur.

Midji menyebut, dalam waktu dekat, pembelajaran tatap muka akan digelar di wilayah zona kuning dan hijau. Sedangkan untuk wilayah yang memasuki zona merah pihak Pemerintah Provinsi Kalbar belum membolehkan belajar tatap muka.

Sementara waktu, vaksinasi diperuntukan bagi siswa-siswa kelas XIl SMA dan SMK. Meski demikian, vaksinasi ini tidak menutup kemungkinan akan dilakukan bagi siswa-siswi yang berusia 18 tahun.

“Vaksin ini hanya untuk kelas Xll saja, kecuali ada siswa kelas XI tapi umurnya sudah 18 tahun. Namun jika nanti ada ketentuan umurnya 12 tahun dari Pemerintah Pusat, maka seluruh SMA dan SMK atau sederajat lainnya harus divaksin,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *