Hadiri Ritual Adat Nosu Minu Podi XVII, Paolus Hadi Doa Meminta Keselamatan dan Kesejahteraan

RITUAL - Bupati Sanggau Paoulus Hadi bersama Forkompimda menghadiri ritual adat Nosu Minu Podi XVII yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (7/7/2021). (Diskominfo)

SANGGAU, insidepontianak.com – Bupati Sanggau Paoulus Hadi bersama Forkompimda menghadiri ritual adat Nosu Minu Podi XVII yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Rabu (7/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir juga Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot yang juga merupakan Ketua DAD Kabupaten Sanggau beserta jajaran ketua dan pengurus DAD tingkat kecamatan, beberapa Kepala OPD, temenggung adat, tokoh masyarakat, tokoh agama.

Bacaan Lainnya

Bupati Sanggau Paolus Hadi yang juga sebagai Pembina DAD Kabupaten Sanggau menyampaikan, ritual adat Nosu Minu Podi yang dilaksanakan ini, bertujuan untuk meminta keselamatan dan kesejahteraan.

“Sejarah mengapa Pemerintah Daerah bersama DAD mendorong adat istiadat kita ini dilakukan tiap tahun, karena masyarakat kita selalu melaksanakan gawai yang secara khusus di beberapa sub suku menyebutnya Nosu Minu Podi. Tujuannya adalah untuk meyakinkan atau wujud rasa syukur kita atas usaha yang kita lakukan dalam satu tahun, baik itu pertanian maupun lainnya, sehingga tahun depan diharapkan lebih baik lagi dalam mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan,” ujar Paolus Hadi.

Paolus HAdi menyampaikan terimakasih karena sudah didoakan secara adat agar semua memperoleh keselamatan dan kesejahteraan.

“Terima kasih kepada DAD Kabupaten Sanggau yang sudah mendoakan kita semua melalui secara adat supaya kita sejahtera, padi berlimpah, rejeki kita baik dan juga agar kita diselamatkan dari berbagai macam penyakit termasuk covid-19 ini,” katanya.

Ketua DAD Kabupaten Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan, perayaan gawai tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sangat meriah, tapi hanya ritual adat karena saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kalau kita ingat tanggal 7 Juli, tentu pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat tau pasti akan ada gawai besar-besaran, tapi persoalan saat ini kita masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19, maka kita harus tunduk dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah, maka dari itu kita laksanakan hanya ritual Nosu Minu Podi,” tutur Yohanes Ontot.

Yohanes Ontot menyampaikan, DAD kecamatan merupakan penyambung antara pemerintah daerah dalam menyampaikan hal-hal yang berkaitan tentang kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak menjadi takut dengan informasi yang beredar terutama terkait Covid-19.

“DAD Kecamatan merupakan corong bagi pemerintah dalam menyampaikan informasi tentang kebijakan pemerintah kepada masyarakat dan tentu agar informasi yang beredar di masyarakat adalah informasi yang benar,” ujar Yohanes Ontot. (Ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *