Legislator PKS Sebut Mendatangkan WNA Sama Saja Impor Covid-19

WNA
TIBA - Tenaga Kerja Asing asal China tiba di Makassar, Sabtu malam 3 Juli 2021 saat Indonesia menerapkan PPKM Darurat (SuaraSulsel.id/Suara.com/Ist).

JAKARTA, insidepontianak – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati sesalkan ketidak tegasan pemerintah karena masih membuka pintu masuk bagi warga negara asing (WNA) di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Bukan tanpa alasan. Mufida mengungkapkan, data dari pihak imigrasi per 1 Juni hingga 6 Juli 2021 mencatat sebanyak 24.594 WNA masuk ke Indonesia. Para WNA tersebut masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Bacaan Lainnya

“Kasihan rakyat Indonesia. Di tengah-tengah perjuangan melawan Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat, justru negara membuka pintu untuk WNA tiba di Indonesia. Ini kan justru kebijakan yang kontra produktif dalam penanganan Covid-19,” kata Mufida, dilansir dari Suara.com, Jumat (9/7/2021).

Menurutnya, mendatangkan WNA sama saja mengimpor kasus Covid-19 ke Indonesia. Apalagi sejumlah WNA yang datang didominasi dari negara-negara yang membawa virus terlebih dahulu daripada Indonesia, seperti China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Rusia.

Sebab itu, dia meminta pemerintah dapat adil dalam pemberlakuan PPKM Darurat. Mestinya pemerintah tidak membuka peluang masuk WNA ke Indonesia untuk sementara. Sebab, jika itu terus dilakukan, berdampak terhadap penanganan pandemi Covid-19 yang akan terhambat.

“Mendatangkan WNA di tengah kebijakan PPKM Darurat sama saja tidak sensitif atas penderitaan rakyat,” ujarnya.

Apalagi Rakyat yang berdagang dan bekerja yang tidak termasuk usaha non essensial dan non kritikal saat ini terpaksa tidak bisa berusaha untuk penghidupan makan sehari-hari, karena kebijakan PPKM Darurat.

“Namun ini WNA tiba di Indonesia dan ini benar-benar menghilangkan nilai kemanusiaan,” ucap Mufida kesal.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan meminta semua pihak tidak terlalu cepat berkomentar negatif terkait penanganan Covid-19 oleh pemerintah.

Luhut menegaskan hal tersebut sebagai respons atas banyaknya komentar negatif soal pemerintah, karena ada warga negara China masuk ke Indonesia saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

“Sebenarnya tidak ada masalah itu. Kalau ada yang ngomong, ya kalau enggak tahu masalahnya, tak usah ngomong,” ujar Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual, Selasa kemarin.

Ia menegaskan, setiap WNA yang masuk ke Indonesia harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Misalnya, sudah mendapat vaksin Covid-19 sebanyak dua kali yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu.

 

WNA juga perlu mengikuti tes PCR dengan hasil negatif di negara asal sebelum melakukan perjalanan ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia, kata Luhut, WNA juga diharuskan tes PCR dan memiliki hasil negatif untuk mengikuti proses karantina.

Setelah tes PCR negatif, WNA langsung ditempatkan di tempat karantina selama delapan hari. Pada akhir masa karantina, WNA juga diikutkan tes PCR kembali. Kalau hasil tesnya negatif, baru dibolehkan ke daerah yang dituju.

“Presedur karantina ada yang delapan hari, 14 hari, atau 21 hari. Hasil studi kami, mayoritas negara itu delapan hari. Jadi enggak bisa dong pakai prinsip ‘negara lu mau tapi gue enggak mau’. Tak bisa begitu,” ucap dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *