PLN Mobile, Solusi Kemudahan Layanan Listrik di Masa Pandemi

PLN Mobile
GUNAKAN - Para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak sudah menggunakan PLN Mobile untuk mengakses layanan listrik di masa pandemi. (Dok. PLN).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pandemi Covid-19 mendorong percepatan digitalisasi proses bisnis yang menjadi bagian dari Transformasi PLN. Saat ini PLN memiliki empat pilar dalam rangka menyongsong industri 4.0. Yakni green, lean, innovative, dan costumer focus.

Hal ini disampaikan General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo pada Kamis, 8 Juli 2021. Menurutnya, pandemi Covid-19, tidak menjadi penghalang bagi PLN untuk memberikan pelayanan pada pelanggan dan masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

Justru, PLN terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Ari mengungkapkan, sebagai platform digital unggulan dan untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan, PLN Mobile memberikan kemudahan serta pengalaman layanan listrik yang berbeda.

“Dengan adanya PLN Mobile ini bisa menjadi solusi bagi pelanggan. Hanya cukup lewat handphone pelanggan dapat melakukan pengaduan jika terjadi gangguan suplai listrik dan dapat men-Tracking petugas sudah sampe mana, nanti ada notifikasi memberitahukan gangguan padam karena apa, lalu berapa lama proses perbaikannya,” ungkap Ari.

Dalam PLN Mobile dilengkapi dengan fitur-fitur seperti pembelian token dan pembayaran tagihan, ubah daya, catat meter, pengaduan gangguan dan keluhan, pasang baru, serta lima sub fitur yang terdiri dari monitor, pemakaian pasca-bayar, monitor pembelian token, notifikasi tagihan, informasi progres penyelesaian gangguan, notifikasi padam dan pemeliharaan.

“Saat ini kami terus mempersilakan bagi masyarakat yang mau pasang baru atau pun ingin tambah daya. Kita harapkan pendaftaran dilakukan secara online. Kami akan tindaklanjuti bahkan, kami minta pada tim dalam 3 hari itu mesti tersambung. Bahkan ada pula oneday service bila tidak ada persyaratan lain yang mesti dipenuhi seperti tidak ada penambahan tiang dan lainnya,” jelas Ari.

Terkait promo tambah daya ini, sebelumnya PLN menghadirkan produk Layanan “Green Life Style”  yaitu berupa Keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya. Pelanggan hanya dengan membeli alat elektronik atau belanja minimal pembayaran Rp 200.000 di marketplace dan distribution channel yang telah bekerjasama dengan PT PLN Persero, mendapatkan voucher keringanan tambah daya.

Syarat utama dalam mengikuti Promo ini, pelanggan wajib memiliki aplikasi PLN Mobile terlebih dahulu karena voucher yang didapat hanya bisa ditukar melalui fitur Tambah Daya PLN Mobile. Program ini berlaku untuk pelanggan Golongan Tegangan Rendah 1 Phasa mulai daya 450 VA dengan daya pilihan 2.200 VA s.d 11.000 VA dan hanya membayar Rp 202.100 untuk masing-masing voucher.

“Sementara untuk pelayanan yang sifatnya fisik, misalkan ada gangguan di jaringan listrik karena pohon ataupun hal lainnya, tentu saja kami akan turunkan tim untuk menanganinya. Tapi tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang dianjurkan,” kata Ari.

Ari turut mengungkapkan PLN sangat mendukung usaha-usaha yang tetap berkembang di masa pandemi seperti saat ini sektor agriculture serta UMKM.

“Dimasa pandemi ini juga, kami terus mendukung perkembangan usaha para pelaku bisnis dan industri, maupun UMKM dengan terus meningkatkan kualitas dan keandalan pasokan listrik sehingga mereka dapat terus meningkatkan usahanya,” ujar Ari.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Samuji, mengatakan PLN juga telah menjalankan amanah dari pemerintah untuk memberikan stimulus listrik periode Juli-September 2021.

Yakni untuk pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA, dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

“Lalu bagi pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala,” ucapnya.

Pemerintah juga tetap memberikan stimulus untuk pelanggan tarif Bisnis, Industri dan Sosial terkait ketentuan Jam Nyala Minimum, agar pelaku Industri dan Bisnis serta Sosial tetap dapat survive dimasa pandemi ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *