HMI Cabang Sambas Diisukan Turun Status Jadi Cabang Persiapan, Pahmi Ardi Didesak Mundur

Ilustrasi
Ilustrasi. (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Sambas, sedang mengalami konflik internal. Beredar isu liar yang menyebutkan, HMI Cabang Sambas turun status dari cabang penuh menjadi cabang persiapan.

Isu itu pun memicu kemarahan dari sejumlah kader. Buntutnya, Ketua HMI Cabang Sambas Pahmi Ardi, diminta mundur dari jabatan ketua. Karena dinilai gagal mengurus organisasi. Salah satu yang mendesak Pahmi mundur adalah Ketua Komisariat Syariah Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas, Meji.

Bacaan Lainnya

Menurut Meji, dugaan penurunan status HMI Cabang Sambas itu diketahui dari proposal intermediate training dan LK2 HMI Cabang Ciputat.

“Dari daftar HMI BADKO Kalbar yang ada dalam proposal itu, HMI Cabang Sambas tertulis HMI Cabang Persiapan Sambas. Sejak tahun 2014, HMI Sambas ini cabang penuh,” tegasnya kepada insidepontianak.com, Sabtu (10/7/2021) malam.

Meji pun memastikan, pihaknya masih menggali kebenaran terkait informasi penurunan status tersebut. Dia juga sudah menyurati Badan Koordinasi (BADKO) HMI Kalbar dan Pengurus Besar (PB) HMI untuk klarifikasi detil mengai penuruan status itu.

“Ada yang mengatakan itu salah ketik. Tapi rasanya tidak logis karena posisi dari Cabang Ciputat itu ada di pusat dan dekat dengan PB, tentu mereka punya validasi data,” katanya.

Meji mendesak ketua HMI Cabang Sambas segera melakukan klarifikasi terkait isu itu. Jika terbukti HMI Cabang Sambas diturunkan statusnya menjadi cabang persiapan, maka atas nama komisariat, Meji mendesak Pahmi Ardi turun dari jabatan. Karena dianggap gagal mempertahankan status HMI Cabang Sambas.

“Jika benar, maka penurunan status itu adalah bukti jika kinerja Ketum HMI Cabang Sambas bobrok. Menjadi bukti bahwa Ketum hanya mengincar popularitas dari jabatan itu. Tidak punya niat baik untuk membesarkan himpunan,” ucapnya.

Bagi Meji, menjadi Ketua Cabang adalah jabatan yang strategis. Semua kader HMI ingin mencapai puncak karier itu. Ketua cabang harus mampu membawa organisasi berkembang maju. Bukan justru menurun. Namun jika terjadi penurunan status, artinya cabang itu tidur.

“Artinya mereka di sana tidak bekerja. Mereka terkesan tidak ingin membesarkan himpunan. Tapi justru sebaliknya. Pelan-pelan membunuh himpunan yang kita cintai ini dari dalam,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *