Asih Minta BRI KCP Gajah Mada Tanggungjawab

Ilustrasi Lelang BRI
Ilustrasi. (Net).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Asih, warga Kecamatan Pontianak Kota, kecewa dengan Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Pembantu (KCP) Gajah Mada Pontianak. Karena dinilai ingkar janji.

Pasalnya, hampir dua bulan ini, pemenang lelang rumah yang digelar Bank BRI Gajah Mada pada 21 Mei 2021 itu, menuntut pengosongan. Namun, rumah yang berada di Jalan Husen Hamzah tersebut masih saja ditempati orang lain. Padahal seluruh biaya lelang telah dilunasi.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat kecewa dengan Bank BRI Gajahmada. Hampir dua bulan, saya menunggu. Tidak ada kepastian pengosongan rumah yang sudah dilelang. Mereka terkesan ingkar janji,” kata Asih kepada insidepontianak.com, Senin (12/7/2021).

Menurutnya, sebelum mengikuti lelang pada 21 Mei 2021, pegawai BRI telah memastikan, setelah proses lelang selesai, orang yang menempati rumah itu akan keluar. Tak pikir panjang, Asih percaya saja.

Dia lantas ikut lelang. Uang deposit sebesar Rp40 juta disetor ke rekening Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Pada Kamis, 20 Mei 2021, hasil lelang diumumkan. Asih terpilih sebagai pemenang.

“Saya lalu melunaskan uang sebesar Rp164 juta. Termasuk biaya lelang dua persen,” jelasnya.

Namun, rumah hasil lelang itu tak kunjung dikosongkan. Sampai sekarang. Asih kesal. Sebab seluruh pembayaran sesuai mekanisme lelang sudah dilunasi. Ia coba kordinasi dengan pihak BRI KCP Gajah Mada sebagai pihak yang melelang. Tapi, sampai detik ini, tak ada kepastian. Hanya janji yang didapatkan.

Alhasil Asih menuntut. BRI Cabang Gajah Mada Diminta tanggungjawab. Agar rumah tersebut segera dikosongkan. Sebagai pemenang lelang, dia ingin segera menempati rumah itu.

“Tidak mungkinkan kita beli rumah, setelah itu diisi sama orang lain, sama saja kita belikan buat orang lain. Saya minta BRI tepati janji, segera kosongkan rumah itu. Kewajiban saya sudah saya lakukan, hampir dua bulan saya menunggu,” pungkasnya.

Sementara pihak BRI KCP Gajah Mada mengklaim sudah menjelaskan ke pemenang lelang dalam hal ini, saudara Asih, terkait mekanisme untuk proses pengosongan rumah hasil lelang tersebut.

“Sudah saya jelaskan ke pembeli lelang langkah hukumnya,” ucap Aris, salah satu pegawai BRI KCP Gajah Mada, yang enggan menyebutkan jabatannya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Aris tak lagi membalas beberapa pertanyaan yang disampaikan insidepontianak.com, terkait masalah ini. Pertanyaan lanjutan yang dikirim hanya dibaca saja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *