Rayakan Kemenangan Euro 2021, Bek Italia Leonardo Bonucci Ejek Suporter Inggris

Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci Timnas Italia Saat Membawa Tropi EURO 2020
Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci Timnas Italia Saat Membawa Tropi EURO 2020. Suara.com

JAKARTA, insidepontianak.com –  Timnas Italia akhirnya keluar menjadi juara Euro 2020 setelah berhasil menaklukkan Timnas Inggirs lewat adu pinalti, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal hingga ekstra time, Senin (12/7/2020) dini hari, di Stadion Wembley, London, Inggris.

Dilansir dari Suara.com, bek Timnas Italia Leonardo Bonucci, yang berhasil membawa Timnya memenangi laga final dengan perjuangan yang cukup berat itu, merayakan kemenangan dengan mengejek para suporter Timnas Inggris.

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak. Italia bermain di kandang inggris dengan penuh tekanan sorak sorai dari para pendukung dari Three Lions.

Bahkan, Italia tertinggal dalam adu penalti sebelum tembakan Marcus Rashford membentur tiang dan upaya dari Jadon Sancho dan Bukayo Saka mampu dihentikan.

Saat melakukan selebrasi juara, Bonucci sempat mengejek para suporter Inggris dengan berteriak, “Lebih banyak pasta! Kita perlu makan lebih banyak pasta!

Selain itu, bek berusia 34 tahun tersebut mengambil kamera dan berteriak, “It’s coming to Rome.” Mengacu pada slogan “It’s Coming Home” yang digunakan oleh penggemar Three Lions untuk menyatakan bahwa tim mereka akan memenangkan turnamen ini.

Dalam wawancara yang lebih serius dengan RAI Sports seperti dimuat Antara, Bonucci mengatakan bahwa menerima trofi di stadion yang hampir kosong adalah “sesuatu yang sangat dinikmati.”

“Gol bersejarah adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan pujian diberikan kepada pelatih, seluruh skuad,” katanya usai pertandingan pada Senin (12/7/2021).

“Ketika kami berkumpul di Sardinia, ada sesuatu yang berbeda dari masa lalu. Kami perlahan mendapatkan kepercayaan diri, kepastian, kesatuan. Ini adalah pemanis yang membuat kita menjadi legenda.”

“Ini perasaan yang unik dan kami menikmatinya. Melihat 65.000 orang pergi sebelum piala diserahkan adalah sesuatu yang menyenangkan, sekarang piala itu datang ke Roma. Mereka pikir itu tinggal di London, maaf untuk mereka, tetapi Italia sekali lagi memberikan pelajaran,” tambah bek Juventus tersebut.

Dia juga menyampaikan, selama pemanasan sebelum pertandingan final digelar, mereka mendapat intimidasi dari suporter Timnas Inggris, yang sempat menggangu mental para pemian.

“Apa yang terjadi di tribun hanyalah sebuah kebisingan. Kami memiliki 34 pertandingan tak terkalahkan, yang perlu kami lakukan adalah persis apa yang telah kami lakukan sejauh ini untuk sampai ke sini, tidak lebih, tidak kurang,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *