Bupati Satono Bolehkan Siswa SD Kelas I Hingga Kelas III Belajar Tatap Muka

Bupati Satono
BUKA - Bupati Sambas, Satono saat membuka kegiatan konsultasi publik rancangan awal RPJMD Kabupaten Sambas 2021-2026 di Aula Bappeda Sambas, Selasa (13/7/2021). (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Selama pandemi Covid-19 melanda, Pemerintah Kabupaten Sambas telah mengeluarkan sejumlah kebijakan melalui Surat Edaran (SE). Salah satunya tentang pembelajaran tatap muka yang dibatasi.

Dalam Surat Edaran terbaru, Bupati Sambas, Satono mengizinkan siswa Sekolah Dasar (SD) kelas I, II dan III untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah. Sementara kelas IV, hingga kelas VI tetap belajar daring atau online. Sementara, Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga tetap belajar daring.

Bacaan Lainnya

“Belum lama ini saya menandatangani surat edaran. Saya sampaikan, kenapa SD kelas I, II dan III bisa masuk tatap muka, sedangkan kelas IV, V dan VI tidak. SMP kelas I, II, III juga tidak. Pasti ada alasan tertentu yang menjadi pertimbangan,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Lebih lanjut, Satono mengatakan alasannya mengijinkan sekolah SD kelas I, II dan III masuk belajar tatap muka, karena hasil evaluasi pemerintah, siswa di kelas itu masih belum bisa belajar daring.

“Hasil evaluasi kita, ada anak SD naik kelas II tidak kenal huruf, tidak kenal angka, bahkan tidak kenal guru. Karena mereka belum mengerti online, jadi butuh tatap muka, namun ada skema pengaturannya. Tidak sembarangan. Karena kita berusaha meminimalisir kontak antara siswa,” ucapnya.

Kendati demikian kata Satono, sekolat tidak boleh memaksa orang tua maupun siswa SD kelas I, II dan III untuk belajar tatap muka. Dia mempersilakan para orang tua atau wali murid menandatangani surat pernyataan bersedia atau tidak untuk mengikuti belajar tatap muka.

Pelaksanaan juga mengikuti teknis yang telah diatur. Pertama kata dia, dalam sekali pertemuan, hanya dibolehkan 15 siswa. Kedua, dalam sepekan hanya tatap muka dua kali.

“Saya jelaskan ini agar masyarakat paham dan tidak merasa ada yang ganjil dalam edaran tersebut. Saya yakin, orang tua yang cerdas pasti paham maksud pemerintah,” ujarnya.

Satono meminta masyarakat menyadari situasi pandemi saat ini, apalagi pemerintah tingkat atas sampai menerapkan PPKM Darurat di Kalbar. Dia memastikan semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Sambas pasti demi keselamatan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *