Ketua DPR Minta Pemerintah Perbaiki Akses Informasi Layanan Kesehatan

Puan Maharani
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok. DPR/Suara.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani minta pemerintah perbaiki akses informasi layanan kesehatan untuk pasien COvid-19.

Menurutnya, tambahan lokasi isolasi bagi pasien Covid-19 di sejumlah tempat di Jakarta, mesti dibarengi dengan kemudahan informasi yang aktual.

Bacaan Lainnya

Karena itu, pemerintah pusat dan daerah diharapkan memanfaatkan teknologi informasi dalam mendata dan menginformasikan ketersediaan tempat tidur, di pusat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19.

Hal ini juga perlu dilakukan di wilayah luar Jawa dan Bali untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Manfaatkan teknologi untuk mempercepat layanan kesehatan bagi pasien Covid-19. Gandeng masyarakat, komunitas, dan dunia usaha untuk bersama-sama, bahu membahu terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 ini,” kata politisi PDI-Perjuangan tersebut sebagaimana dilansir dari Suara.com, Selasa (14/7/2021).

Dia menyebut, sejauh ini, masih banyak ditemui orang yang kebingungan mencari rumah sakit untuk perawatan Covid-19. Tingginya angka keterisian tempat tidur di kota-kota besar di Pulau Jawa memang perlu diantisipasi dengan gerak cepat dan tepat dari pemerintah maupun masyarakat.

“Jangan sampai ada lagi, pasien Covid-19 yang tidak mendapat layanan kesehatan paripurna karena persoalan keterbatasan informasi,” pesannya.

Puan mengapresiasi masyarakat yang proaktif menjadi relawan maupun membentuk komunitas untuk membantu menginformasikan kebutuhan donor plasma, peminjaman tabung oksigen, serta pengaktualan data ketersediaan tempat tidur di rumah sakit.

“Dalam menghadapi pandemi ini, semangat gotong royong rakyat Indonesia semakin kokoh dan terwujud nyata dalam berbagai aksi sosial yang muncul dari bawah,” jelasnya.

Untuk diketahui, di samping Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah telah menyiapkan Rumah Susun Nagrak sebanyak 2.273 tempat tidur dan Rumah Susun Pasar Rumput ada 5.952 tempat tidur untuk layani pasien Covid-19.

Penambahan kapasitas juga dilakukan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sejumlah 1.200 tempat tidur. Hingga 2 Juli 2021, kapasitas tempat tidur isolasi di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta mencapai 11.134 tempat tidur. Sekitar 92 persen atau sejumlah 10.220 tempat tidur sudah terisi.

Dalam menghadapi ancaman Covid-19, Puan mengajak seluruh stakeholders di daerah mulai dari gubernur hingga lurah maupun kepala desa, proaktif berkomunikasi dua arah dengan warganya. Dengan begitu, para pemimpin bisa mengetahui kebutuhan aktual rakyatnya.

“Manfaatkan berbagai saluran komunikasi, baik luring maupun daring, agar rakyat yang memang membutuhkan pelayanan kesehatan, dapat ditangani para tenaga kesehatan dengan baik,” tutur legislator dapil Jawa Tengah V itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *