Hingga Juli 2021, Kejati Kalbar Tangani 25 Kasus Korupsi

Kejati Kalbar, Masyhudi bersama Wakajati
ANJANGSANA - Kejati Kalbar, Masyhudi bersama Wakajati melakukan Anjangsana virtual sekligus pemberian bingkisan kepada 56 Keluarga Besar Purna Adhiyaksa (KBPA), Rabu (14/7/2021). (Ist).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat berkomitmen memberantas kasus korupsi di Kalbar. Dari Januari hingga Juli 2021 ini, Kejati telah menagani 25 kasus korupsi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, melalui Wakajati Juniman Hutagaol memastikan, perkara korupsi yang kini sedang ditangani pihaknya akan dituntaskan secepat mungkin.

Bacaan Lainnya

“Kita akan melakukan penyelidikan, penuntutan hingga eksekusi, sesuai dengan tupoksi kita,” kata Juniman, usai Anjangsana sekaligus pemberian bingkisan kepada 56 Keluarga Besar Purna Adhiyaksa (KBPA), Rabu (14/7/2021). Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka Hut Adhiyaksa ke-61.

Juniman menyebutkan, hingga saat ini, ada 25 kasus korupsi yang telah ditangani jajaran Kejati. Belum lagi, kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri.

“Kita memohon doa masyarakat, terhadap upaya-upaya penegakan hukum yang kami lakukan,” harapnya.

Saat ini, Kejati terus mendukung upaya percepatan penaganan Covid-19 di Kalbar. Salah satunya, mendorong Pemerintah Desa tidak takut menggunakan dana desa untuk penanggulangan Covid-19.

” Kita minta aparat desa tidak takut menggunakan dana desa apabila itu sangat dibutuhkan untuk keselamatan manusia. Jangan dibatasi dengan aturan administrasi. Sebab, keselamatan rakyat hukum tertinggi,” terangnya.

Menurutnya, selama dana yang dikeluarkan bisa dipertanggungjawabkan dan dilaporkan secara jelas, maka tidak ada yang harus ditakuti

“Tapi jangan berpikir untuk korupsi.  Setiap penyelewengan pasti akan kami tindak,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *