Jelang Idul Adha, Pemprov Kalbar Buat Aturan Ketat! Bahkan Sholat Idul Adha Ditiadakan?

Ilustrasi penyembelihan qurban
Penyembelihan qurban identik dengn hari raya Idul Adha. Suara.com

PONTIANAK, insidepontianak.com – Menjelang hari raya Idul Adha, Pemerintah Provinsi Kalbar membuat surat edaran terkait pembatasan di hari raya qurban tersebut.

Ini melingkupi perayaan malam takbiran hingga penyembelihan hewan qurban yang harus menggunakan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Bacaan Lainnya

Namun, khusus shalat Idul Adha bagi wilayah berzona merah dan orange ditiadakan.

“Bertujuan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19” bunyi surat tersebut yang dikutip insidepontianak.com, Kamis (15/7/2021)

Dalam surat edaran yang ditandatangani Gubernur Kalbar, Sutarmidji juga menyebutkan penyembelihan qurban dibatasi hanya tiga hari, yaitu tanggal 21-23 Juli, merujuk pada tanggal 11-13 Dzulhijjah pada penanggalan Islam.

Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Namun, mengingat kapasitas RPH yang terbatas maka pemotongan juga bisa dilakukan di luar RPH.

Pemotongan di luar RPH harus melalui syarat yang ketat. Baik menjaga jarak aman, penerapan prokes dan kebersihan petugas serta pihak yang berkurban hingga penerapan kebersihan alat.

Petugas pengawasan monitoring pun juga sudah disiapkan. Nantinya petugas berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA) yang nantinya melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan malam takbiran, shalat Idul Adha dan pelaksanaan qurban.

Surat edaran tertuang dengan Nomor:450/2475/KESRA-B Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, Dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442/2021 M Di Luar Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dikeluarkan tanggal 8 Juli 2021 lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *